Adzan berkumandang kini terdengar besar dengan menggunakan pengeras suara di Jerman. Saat ini dunia tengah disibukkan dalam pencegahan virus COVID-19 yang semakin hari semakin meluas dengan semakin banyaknya memakan korban. Hampir seluruh dunia telah terjangkiti virus yang berawal penularannya dari hewan kelelawar ke manusia. Virus ini dengan cepat menyebar melalui manusia ke manusia lain dalam tempo waktu yang singkat.

Tidak hanya menjalar ke negara-negara Asia yang berdekatan dengan Cina saja, tapi penyakit ini sudah hinggap di negara-negara benua Amerika dan juga Eropa secara luas. Meskipun berbeda benua dengan Cina, Eropa merupakan benua yang juga turut memakan banyak korban. Seperti Italia, Belanda, Jerman, Perancis, Inggris, Spanyol dan negara Eropa lainnya yang harus melakukan Lockdown demi mengurangi penyebaran virus ini.

Korban penderita COVID-19 di Jerman

Dikutip dari Worldometers, Jerman merupakan salah satu negara yang terinfeksi COVID-19 yang tinggi. Setidaknya, telah terdapat 100.000 lebih korban yang positif terjangkit dan angka kematian di mencapai 1000 orang lebih hingga hari ini.

Perhitungan angka kematian yang kecil di Jerman menjadi contoh yang baik untuk negara lain. Menerapkan pola hidup sehat dan tes masal merupakan alasan mengapa persetase kematian karena COVID-19 di Jerman Kecil. Pencegahan yang cepat dilalukan oleh pemerintah demi menekan penyebaran virus Corona dan pemberlakukan dirumah saja juga menjadi pilihan pemerintah Jerman.

Adzan Berkumandang di Jerman

Sebagai salah satu efek dari merebaknya virus Corona adalah adzan yang akhirnya dapat berkumandang pertama kalinya di negeri Jerman dengan menggunakan pengeras suara. Pelarangan selama ini adzan di Jerman adalah pelarangan penggunaan pengeras suara untuk adzan sholat lima waktu, kecuali ada perayaan-perayaan khusus yang diperbolehkan saja. Selain acara perayaan, waktu adzan dilarang menggunakan pengeras suara.

Berkumandangnya Adzan menggunakan penggeras suara terjadi di 50 mesjid di Jerman. DIperbolehkannya adzan ini merupakan bentuk solidaritas dan juga bentuk perlawanan atas Covid-19 yang semakin merebak di Jerman dan telah mendapat izin dari pemerintah Jerman. Tidak hanya masjid saja yang dapat menyerukan adzan dengan pengeras suara, gereja-gereja di Jerman pun serentak membunyikan loncengnya pada pukul 07.00 dalam bentuk solidaritas yang sama melawan COVID-19 di Jerman dan dunia.

Tidak hanya terjadi di Jerman saja, tapi juga kumandangan adzan kini dapat di dengar di negara-negara Eropa lainnya seperti Belanda dan Spanyol. Meskipun pelarangan untuk sholat berjamaah masih berlaku di negara tersebut, namun kehadiran lantunan adzan melalui pengeras suara menjadi suntikan moral bagi umat Islam di Eropa dalam melawan virus jahat Covid-19.

Hingga saat ini korban dari pandemi Corona di dunia telah mencapai angka lebih dari 1.200.000 kasus yang mengakibatkan lebih dari 69 .000 orang meninggal dan 262.000 orang telah sembuh.

Baca juga:

Bulan Suci Ramadhan Di Kala Pandemi

Pandemi Corona Dan Lingkungan Yang Membaik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × four =