Menggunakan parfum dalam keseharian merupakan kebiasaan manusia saat ini. Sebagai bagian dari kosmetik parfum memiliki fungsi sebagai barang untuk mempercantik indah melalui media penciuman. Memberi aroma yang menyegarkan untuk meninggalkan kesan kepada orang lain.

Penggunaan parfum dalam keseharian diperbolehkan dalam agama. Pada dasarnya Allah menyukai manusia menunjukkan kebersihan dan berpenampilan bersih serta menarik khususnya dalam beribadah. Tidak ada pelarangan penggunaan riasan dan pengharum saat akan beribadah. Bahkan, Rasullulah pun selalu menggunakan wangi-wangian saat beribadah menghadap yang kuasa.

Parfum merupakan salah satu bagian dari kosmetik yang umum digunakan oleh pria dan wanita. Beragam jenis parfum berada dipasaran. Parfum menggunakan ethanol sebagai salah bahan dasar yang digunakan. Ethanol merupakan senyawa kimia yang dikenal sebagai alkohol. Demi menghindari pengaruh dari alkohol kini bermacam parfum yang mengandung non-alkohol pun kini telah tersedia dipasaran.

Alkohol dalam parfum berfungsi sebagai pelarut bahan lainnya

Parfum merupakan kosmetik yang terbuat dari campuran minyak esensial dan senyawa aroma, fiksatif, dan pelarut. Alkohol dalam parfum memiliki guna sebagai pelarut. Alkohol merupakan Bahasa umum yang sering dikaitkan dengan sesuatu yang dilarang penggunaannya dalam agama. Alkohol umumnnya dikaitkan dengan minuman keras yang memabukkan dan dapat merusak tubuh sehingga dilarang untuk dikonsumsi.

Baca juga: Melihat produk kosmetik berdasarkan logo yang menempel

Sesungguhnya ethanol merupakan senyawa yang suci bila belum tercampur apapun. Menurut MUI alkohol dibagi dua, alkohol yang digunakan untuk industri minuman keras dengan alkohol yang digunakan bukan untuk industri diluar minuman keras. Apabila penggunaan alkohol untuk minuman keras maka alkohol dianggap haram atau dilarang penggunaannya karena telah dicampur oleh bahan lainnya yang memabukkan. Sedangkan bila hasil akhirnya tidak mengandung sesuatu yang memabukkan atau berbahaya untuk tubuh maka penggunaaan alkohol tidak dilarang.

Alkohol pada parfum umunya digunakan sebagai pelarut bahan lainnya yang tidak dapat larut bila menggunakan air. Meski menghasilkan alkohol pada hasil akhirnya, pelarut alkohol ini dianggap suci karena saat terkena oleh tubuh maka akan menguap dan hanya menyisakan aromanya saja.

Alkohol yang berbahan dasar ethanol tidak selalu berasal dari bahan kimiawi saja, nyatanya ethanol juga bisa didapat dari bahan lain. Ethanol dapat dibuat dari bahan tumbuhan seperti tebu, kentang, singkong dan jagung. Ethanol pun dijadikan sebagai bahan bakar.

Selain parfum yang menggunakan alkohol, saat ini parfum yang berada dipasar juga tersedia parfum tanpa menggunakan alkohol. Parfum tanpa menggunakan alkohol ini mengurangi ketakutan umat Muslim yang masih meragukan apakah alkohol halal atau haram dalam penggunaannya dalam parfum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × two =