Atlet terjangkiti corona sudah memakan banyak korban. Memiliki kondisi tubuh yang bugar dan prima membuat seseorang belum tentu tidak tertular COVID-19. Salah satunya yang kerap tertular adalah para olahragawan yang umumnya memiliki kondisi tubuh yang prima nyatanya masih memiliki kemungkinan untuk tertular virus COVID-19.

Virus ini mampu menjangkiti siapapun tak terkecuali olahragawan yang memiliki kondisi yang selalu dianggap prima. Setiap manusia dapat tertular virus dan berbeda-beda gejala yang dirasakan. Banyak dari penderita yang tertular COVID-19 ini tidak merasakan gejala apapun. Penyakit menular ini dapat diketahui setelah para pemain dilakukan swab tes oleh tim medis.

Turunnya imunitas tanpa disadari yang membuat atlet terjangkiti corona

Meski memiliki atletisme yang baik nyatanya atlet masih rentan memiliki imunitas yang rendah. Tingginya porsi Latihan dan ketatnya jadwal pertandingan dapat menjadi salah satu alasan mengapa para atlet mudah tertular COVID-19. Memforsir fisik yang sangat tinggi membuat para atlet terkadang lupa akan Kesehatan mereka dan mudah terjangkiti virus saat sedang kelelahan.

Disaat kondisi dengan imunitas yang menurun, virus ini dapat masuk dengan mudah ke tubuh mereka. Penting untuk semua orang menjaga kondisi fisik untuk menahan penularan virus ke dalam tubuhnya serta menjaga asupan gizi yang sempurna.

Tertular secara tidak langsung

Seorang olahragawan merupakan sosok yang mendapat cukup banyak atensi baik di dalam maupun diluar arena. Penularan secara tidak langsung bisa menjadi awal masuknya virus ke tubuh mereka. Melakukan kontak fisik dengan orang yang telah tertular COVID-19 ataupun menyentuh sesuatu barang yang sebelumnya disentuh oleh penderita ataupun berada didalam keramaian.

Penularan secara tidak langsung ini dapat diderita oleh siapapun, maka dari itu kerap mencuci tangan sesering mungkin dan menghindari keramaian untuk mengurangi resiko terdapatnya bakteri atau virus yang mungkin saja ada di tangan setelah menyentuh sesuatu.

Penderita tanpa gejala

COVID-19 tidak selalu menimbulkan gejala yang terlihat pada seseorang. Banyak dari mereka yang juga merupakan carrier. Penderita yang tidak menunjukkan gejala apapun namun meski tidak menunjukkan gejala mereka harus tetap mengkarantina diri untuk 14 hari kedepan untuk melihat perkembangan virus tersebut.

Beberapa atlet yang tertular virus ini tidak merasakan kondisi tubuh seperti flu ataupun demam. Mereka tertular karena temannya telah dinyatakan positif terlebih dahulu. Seperti yang dialami pemain NBA Donovan Mitchell yang tertular dari teman satu timnya Rudy Gobert yang sudah nyatakan positif. Karena tidak mengalami gejala yang serius, Mitchell hanya perlu melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Dalam 14 hari kedepan akan terlihat apakah mereka menimbulkan gejala yang buruk atau tidak. Apabila tetap  tidak menimbulkan gejala apapun, maka imun yang berada didalam tubuh orang tersebut cukup kuat untuk mengalahkan virus corona.

Ketaatan dalam menjaga diri dengan mencuci tangan, hindari kontak dengan orang lain dan tetap berada dirumah saat ini menjadi Langkah pencegahan yang paling mudah. Demi menjaga diri agar tidak tertular dan juga membantu menekan penularan virus ini dapat dilakukan.

Baca juga:

Para Atlet Cricket Yang Menolak Sponsor Alkohol

PSBB Langkah Pemerintah Kendalikan COVID-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − thirteen =