Belanja online melalui situs ecommerce kian meningkat. Peningkatan ini turut mendorong semakin maraknya pedagang yang menjajakan produknya dalam situs ecommerce. Kemudahan ini membuat konsumen semakin dimudahkan dalam mencari barang kebutuhannya.

Sebuah transaksi perdagangan dapat dikatakan halal bila sesuai dengan kaidah agama, dan menjadi haram bila tidak sesuai dengan kaidah dalam agama.  Islam mengajarkan kita untuk berdagang dengan baik serta jujur. Dengan kejujuran, berdagang semakin berkah juga mampu mendatangkan pahala.  

Membeli barang yang diperbolehkan

Salah satu berkah dalam berdagang adalah barang yang diperjual-belikan. Tidak semua barang boleh diperjual-belikan, apalagi dalam penjualan online seperti emas dan perak. Emas harus diperjual-belikan dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum wajib secara tunai dan berat yang sama.

Selain komoditas diatas pelarangan juga memperjual-belikan barang yang telah jelas diharamkan. Produk haram jelas dilarang dalam transaksi yang diperbolehkan dalam agama Islam. Selain dilarang untuk dikonsumsi maupun digunakan barang haram pun jelas pelarangannya dijadikan komoditas dalam perdagangan.

Sebuah transaksi akan menjadi halal bila tidak memenuhi kedua unsur tersebut. Selain barang-barang tersebut masih diperbolehkan untuk diperjual-belikan secara online.

 Menginformasikan produknya tersedia

Penjual pun harus menginformasikan segala sesuatu tentang produknya secara jujur dan lengkap. Penjual dilarang untuk membohongi calon pembeli dalam memberikan deskripsi mengenai produk yang dijualnya.

Baca juga: Usaha Melalui Marketplace Gratis Serta Kelebihannya

Ketersedian barang pun menjadi perhatian penting, pilihlah penjual yang benar-benar memiliki produk bukan sebagai penjual perantara. Alangkah lebih baiknya untuk membeli barang langsung daripada melakukan dropship. Hukum jual-beli dalam Islam sah bila proses pertukarannya sama-sama bertukar antara barang dengan alat tukar.

Bila sekiranya barang yang diterima oleh pembeli dianggap tidak sesuai dengan deskripsi yang diberikan, lebih baik nya bila penjual mau menerima kembali barang yang dikembalikan oleh penjual ataupun menukar barangnya.

Belanja online menggunakan pembayaran secara tunai

Transaksi jual-beli dalam Islam lebih dianjurkan dengan cara tunai. Secara sah sang pembeli memiliki hak penuh atas barang tersebut setelah si penjual menerima secara penuh pembayaran yang diterima yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.

Pembayaran melalui kredit pun sebenarnya tidak dipermasalahkan selama sesuai dengan Syariah agama dan tetap menguntungkan kedua belah pihak. Sebuah transaksi dengan kredit akan terdapat riba dan tidak sah dalam Islam bila ada penambahan harga dalam harga akhir tanpa persetujuan kedua belah pihak.

Belanja dengan transaksi jual-beli secara online diperbolehkan selama sesuai faktor-fakor diatas. Semakin mudahnya proses jual-beli dengan menggunakan teknologi tidak juga menghalalkan segala macam transaksi diluar kaidah agama Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × two =