E-commerce merupakan tempat berbelanja masa kini melalui transaksi online yang semakin mudah dan sudah menjadi hal yang kerap biasa dilakukan. Semakin banyaknya penjualan melalui daring di Indonesia membuat konsumen kerap melakukan pembelanjaan melalui situs-situs E-commerce. Segala kebutuhan tersedia dalam situs-situs tersebut mulai dari kebutuhan harian sampai produk-produk kebutuhan sekunder seperti produk otomotif.

Kehadiran situs-situs E-commerce sesungguhnya merubah kebiasaan berbelanja para konsumen. Layanan toko-toko konvensional mulai ditinggalkan dan mulai beralih ke toko-toko berbasis internet. Kemudahan yang ditawarkan oleh situs-situs penyedia layanan jualan ini juga memberikan keuntungan bagi para penjual karena dapat mengurangi biaya operasional. Bila umumnya mereka harus memiliki modal untuk menyewa ataupun memiliki ruko untuk berdagang kini mereka cukup mendaftarkan diri dalam situs tersebut dan mulai berjualan secara daring.

Transaksi online riba?

Dalam melakukan transaksi online, konsumen harus berhati-hati dalam melakukan pembayaran. Penggunaan transaksi melalui bank bisa menimbulkan riba. Tidak semua transaksi dalam situs jual beli online mengandung unsur riba. Riba dalam perbankan adalah bila adanya bunga atau nilai yang ditambahkan dalam harga yang memberi keuntungan lebih bagi bank. Hadirnya riba saat berbelanja online akan membuat transaksi yang kita lakukan akan menjadi haram. Riba pun aturannya adalah dilarang dalam Islam.

Riba yang umum ditemukan dalam transaksi jual beli daring adalah dalam penggunaan kartu kredit. Pembayaran melalui kartu kredit umumnya dikenakan bunga yang telah ditentukan oleh ketentuan bank nya tersebut. Apalagi, jika pembayarannya dijadikan cicilan. Umumnya, cicilan 0% hanya lah sebuah promosi semata dan tidak berlaku selalu ada. Riba terdapat dalam bunga dari setiap cicilan yang kita bayarkan tiap bulannya. Penambahan bunga dalam cicilan tersebut itulah yang menyebabkan transaksi kita menjadi haram.

Pilih pembayaran selain menggunakan kredit

Dalam transaksi jual-beli daring, umumnya situs-situs tersebut memberikan opsi lain selain pembayaran menggunakan kartu kredit. Untuk menghindari riba, pilih pembayaran menggunakan transfer bank ataupun menggunakan akun virtual. Kedua cara tersebut masih dianggap aman dari riba karena tidak adanya penambahan nilai dari harga yang telah disepakati.

Menggunakan bank transfer dan akun virtual merupakan sistem pembayaran yang dapat dilakukan dengan membayarkan secara langsung melalui pihak bank yang akan langsung masuk ke rekening perusahaan situs tersebut. Dengan begitu pembeli pun akan terhindar dari riba karena pembeli membayarkan nominal sesuai dengan harga yang harus dibayarkan.

Hukum riba dalam bertransaksi dapat terjadi bila ada penambahan biaya yang dapat menguntungkan salah satu pihak. Pembayaran tunai lebih diutamakan dalam transaksi jual-beli dalam E-commerce, apabila sangat terpaksa kredit Syariah dengan akad Mudharabah lebih baik dari pada menggunakan kredit konvensional.

Memilih E-commerce berbasis Syariah

Untuk menghindari transaksi jual-beli yang mengandung unsur riba, konsumen dapat memilih situs E-commerce yang berbasis Syariah. Kehadiran E-commerce Syariah memberi keuntungan bagi konsumen untuk dapat terhindar dari riba dan juga mengedepankan transaksi jual-beli yang jelas dianjurkan dalam Islam.

Baca juga: Belanja di Marketplace Halal, Berikut 5 Alasannya

Seperti situs Etokohalal.com yang mengedepankan transaksi berbasis Syariah non riba. Selain dapat memiliki berbagai macam produk, konsumen pun akan dibantu dalam hal transaksi yang sesuai dengan akad yang berlaku dalam anjuran kaidah Islam.

Hadirnya situs-situs jual beli berbasis Syariah dapat membantu konsumen berbelanja memenuhi kebutuhan pokoknya harian. Selain memenuhi kebutuhan, berbelanja melalui situs berbasis Syariah turut mengajarkan bertansaksi secara Syariah yang sebenarnya dan sesuai kaidah Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + 4 =