Bulan suci Ramadhan kian mendekat. Bulan suci penuh barokah akan segera tiba mendatangi kita. Bulan baik dimana setiap pintu pahala dibuka selebar-lebarnya menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin.

Bulan suci yang ditunggu pun segara datang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Disaat bumi sedang berjuang mengalahkan COVID-19 kita akan menjalankan ibadah puasa yang sedikit berbeda seperti sebelumnya. Meskipun begitu kita tetap harus bersuka cita dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Bulan suci Ramadhan tahun ini banyak ibadah yang tidak bisa dilakukan secara berjamaah.

Masa pandemi menuntut manusia untuk tidak melakukan aktifitas diluar rumah. Segala kegiatan yang biasa dilakukan pun harus urung dilakukan karena peraturan pemerintah dan penerapan anjuran pembatasan sosial yang menuntut kita untuk tetap berada dirumah.

Selama bulan Ramadhan yang semakin dekat inipun segala aktifitas yang biasa kita lakukan untuk mendapat banyak pahala urung dilakukan. Hingga saat ini masjid masih mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melaksanakan ibadah berjamaah, tidak hanya di Indonesia tapi juga di Arab Saudi. Meskipun tidak membuat kita bersuka cita, namun demi menekan juga menjaga agar tidak semakin banyak korban COVID-19 ini kita harus mengikuti anjuran pemerintah.

Hanya akan ada 10 rakaat saat tarawih

Pemerintah Arab Saudi memangkas jumlah rakaat sholat tarawih pada bulan suci Ramadhan tahun ini. Yang sebelumnya dilakukan dalam 20 rakaat maka tahun ini dipangkas hanya menjadi 10 rakaat dan hanya diperbolehkan diikuti oleh para pengurus masjid. Selain pengurus masjid diminta untuk melakukan sholat wajib dan tarawih selama Ramadhan dari rumah.

Meniadakan buka puasa bersama

Masa Ramadhan adalah masa dimana umat muslim mencari pahala sebanyak-banyaknya. Bila sebelumnya akan banyak orang yang menyediakan hidangan untuk berbuka puasa di Makkah dan Madinah, tahun ini pemerintah Arab Saudi meniadakan iftar di masjid Al-Haram dan masjid Nabawi selama masa pandemi.

Penghentian umrah selama bulan suci Ramadhan

Pemerintah Arab Saudi juga menutup umrah di masa Pandemi. Larangan umrah ini bertujuan untuk tidak banyaknya orang berkumpul dalam satu tempat dari seluruh dunia. Penghentian sementara ini bertujuan untuk menekan juga menghentikan penyebaran COVID-19 di Arab Saudi yang kini telah menjangkiti lebih dari 1000 orang.

Pelarangan itikaf selama Ramadhan

Beribadah yang kerap dilakukan di masjid selama bulan suci sementara dilarang, termasuk melakukan itikaf. Itikaf yang biasa dilakukan dalam 10 hari terakhir bulan suci kini dilarang sementara dilakukan dimasjid oleh pemerintah Arab Saudi.

Beberapa perbedaan kegiatan ibadah yang kerap dilakukan selama bulan suci kini harus dikurangi atau dihentikan selagi masih pandemi. Pengurangan ini tidak lantas membuat kita mengurangi antusias memasuki bulan suci Ramadhan. Kesempatan ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk tetap melaksanakan ibadah sebaik mungkin bersama keluarga dari dalam rumah.

Baca juga:

Makanan Halal, Solusi Gizi Terbaik Selama Pandemi

Bulan Suci Ramadhan, Yuk Persiapkan 4 Hal Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 4 =