Berkembangnya islam di Eropa menciptakan pasar strategis ekspor produk halal Indonesia. Produk halal saat ini merupakan salah satu komoditas ekspor yang memiliki potensial. Indonesia sebagai negara Islam terbesar di dunia memiliki kesempatan besar dalam mengakomodasi produk halal. Produk halal memiliki kesempatan untuk masuk ke Afrika, negara di Timur Tengah dan benua Eropa.

Meski tidak sebesar benua Afrika dan Timur tengah, ekspor produk halal ke Eropa tetap merupakan kesempatan ekspor. Kini, produk halal kian digemari di benua eropa, seperti di Jerman, Perancis dan Inggris. Bertambahnya penduduk muslim di Eropa menjadikan produk halal menjadi komoditas yang dicari dipasaran.

Faktor imigran muslim yang masuk ke Eropa menjadi salah satu alasan penyebaran muslim di Eropa. Namun, tidak hanya karena masuknya para imigran tersebut tapi juga factor perpindahan agama menjadi alas an mengapa partumbuhan muslim di Eropa cepat.

Produk makanan dan minuman halal merupakan produk yang paling dicari. Sebagai muslim untuk tetap menjaga dirinya dari mengkonsumsi makanan yang dilarang, umat muslim harus berhati-hati dalam mengkonsumsi sesuatu. Tersedianya produk berlogo halal memudahkan mereka dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.

Produk paling familiar dalam industry halal ini merupakan makanan dan minuman. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak, Indonesia seharusnya menjadi pelopor ekspor produk halal ke dunia. Justru saat ini makanan dan minuman halal saat ini banyak di ekspor dari negara Tiongkok dan Thailand.

Baca juga: Festival halal di Eropa

Besarnya pasar ekonomi Islam global ditunjukkan dalam laporannya pada tahun 2016-2017 yang mengindikasikan pertumbuhan akan industri halal. Industri makanan halal yang dipredikasi tumbuh US$ 1,914 triliun di tahun 2021. Diikuti juga dengan industry lainnya yang diprediksi juga akan tumbuh pada tahun 2021.

Ekspor produk halal tidak hanya mengenai makanan dan minuman saja, tapi juga produk pariwisata

Selain makanan dan minuman, industry pariwisata halal merupakan industry yang paling cepat bertumbuh. Menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) melalui data yang mereka publikasikan pada 2017 lalu menyatakan bahwa pada 2020 nanti diproyeksi akan ada 156 juta muslim yang akan melakukan perjalanan wisata dan diprediksi akan menghabiskan dan sekitar US$ 220 miliar.

Besarnya pangsa pasar halal yang sekiranya bisa diraih oleh Indonesia harus membuat Indonesia menjadi pelopor produk halal dunia. Industri makanan dan minuman di Indonesia sudah memiliki merek-merek local yang telah siap mengisi kebutuhan akan pasar halal dunia.

Produk yang bisa diberi label halal tidak hanya produk makanan dan minuman saja. Produk lain  seperti pariwisata, fashion, kosmetik, pendidikan, finansial, farmasi, media dan rekreasional, layanan kesehatan dan kebugaran serta seni dan budaya. Dengan banyaknya kategori yang dapat dimasukkan kedalam industry halal, Indonesia memiliki banyak pilihan dan kesempatan dalam melakukan ekspor untuk produk-produk tertentu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 + fifteen =