Besarnya potensi umat muslim dunia khususnya Asia Tenggara menjadi incaran banyak perusahaan asing untuk melebarkan sayap usahanya. Umat Muslim merupakan mayoritas di negara Asia Tenggara seperti di Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura dan Malaysia. Besarnya segmen pasar umat Muslim menjadi ketertarikan sendiri bagi perusahaan asing.

Industri farmasi di Indonesia mendapat jalan buntu saat pemerintah mewajibkan seluruh produk yang dipasaran harus berlabel halal. Industri farmasi menganggap masih banyak dari bahan baku yang mereka dapatkan dan gunakan adalah produk impor yang sulit untuk ditentukan kehalalannya. Dengan adanya aturan ini beberapa produsen obat pun masih kesulitan untuk mendapatkan label halal atas produknya.

Industri farmasi halal, sektor menarik bagi perusahaan obat asal Korea Selatan

Negara gingseng alias Korea Selatan, terdapat perusahaan yang bergerak dibidang farmasi yang mulai gencar untuk mengejar potensi membesarkan segmennya ke konsumen muslim. Setidaknya sudah ada dua perusahaan asal Korea Selatan yang berminat untuk masuk ke industri farmasi halal khususnya di Indonesia. Melihat besarnya potensi obat halal di Indonesia, dua perusahaan yang telah mengajukan produknya untuk mendapat label halal ini siap untuk bersaing Bersama perusahaan farmasi lainnya di Indonesia.

Ildong Pharmaceutical dan YuYu Pharma adalah dua perusahaan farmasi asal Korea Selatan yang produknya telah mengantongi label halal. Ildong Pharmaceutical telah mengantongi label halal dari Korea Muslim Federation (KMF) untuk produk suplemen lactobacillus mereka yaitu Biovita.

Saat ini Ildong Pharmaceutical telah bekerja sama dengan MS Pharma yang berkantor pusat yang berada di Yordania. Setelah bekerja sama dengan MS Pharma, perusahaan asal Korea Selatan Ildong Pharmaceutical akan memasok produk antibiotiknya, produk berbasis asam hialuranot, dan lainnya ke Yordania.

Baca Juga: Tantangan Produk Obat Untuk Mendapat Label Halal

Hampir sama dengan Ildong Pharmaceutical, Yuyu Pharma pun tengah mengembangkan produk berbahan baku halal. Yuyu Pharma kini tengah mengembangkan bahan baku alternatif yang berasal dari tumbuhan dibandingkan dengan bahan baku yang berasal dari hewani.

Potensi besar untuk industri farmasi halal

Berdasarkan Laporan Ekonomi Islam Global 2019/2020 potensi industri farmasi halal akan berkembang pesat. Dalam Laporan tersebut menunjukkan peluang belanja konsumen produk halal akan meningkat dari $ 92 Milliar pada 2018 dan akan diproyeksikan untuk tumbuh menjadi hingga $ 134  Milliar pada tahun 2024.

Laporan Ekonomi Islam Global tahun 2019/2020, menunjukkan adanya potensi produk untuk industri farmasi ini pada tahun 2020 adalah produk gelatin halal, vitamin halal, vaksin halal, dan perawatan rumahan halal.

Label halal pada produk obat kini sangatlah penting. Potensi besar yang mengiurkan bagi para perusahaan mampu menghadirkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan obat bagi konsumen. Meski bukan berasal dari negara bermayoritas non-muslim, perusahaan tersebut berminat untuk bersaing dipasar obat halal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + thirteen =