Hand sanitizer arau cairan pembersih tangan saat ini menjadi salah satu barang yang paling banyak dicari. Seiring dengan merebaknya virus Corona, saat ini orang berlomba-lomba dalam menjalankan pola hidup bersih. Salah satu cara dalam melaksanakan kebersihan yaitu dengan mencuci tangan. Mencuci tangan dapat mengurangi resiko masuknya virus-virus dan bakteri yang mungkin saja hinggap di tangan untuk masuk ke dalam tubuh.

WHO dan juga pemerintah menghimbau masyarakat untuk kerap mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir saat berada dirumah dan cairan pembersih tangan saat berada diluar rumah. Mencuci tangan merupakan antisipasi termudah agar tidak terpapar Covid-19 yang dapat dilakukan selama masa pandemi ini.

Hand sanitizer, cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol di dalamnya.

Senyawa alkohol yang terdapat pada cairan pembersih tangan dikenal juga sebagai etanol. Bagi umat muslim jelas alkohol dilarang dalam untuk dikonsumsi. Etil alkohol atau etanol merupakan senyawa kimia yang digunakan juga untuk produk non konsumsi seperti, antiseptic, parfum dan kosmetik.

Etanol yang terdapat dalam cairan pembersih tangan dipercaya dapat mematikan virus dan bakteri yang ada tangan kita. Kandungan etanol dalam setiap hand sanitizer yaitu disekitar 70% sampai 80% yang tidak berbahaya bagi kulit namun dapat mematikan virus-virus yang menempel pada kulit.

Etanol dalam cairan pembersih tangan aman digunakan oleh umat muslim

Meski sama-sama alkohol, nyatanya etanol bukanlah senyawa yang membuat mabuk penggunanya. Pelarangan alkohol dalam agama yang dilarang adalah mengkonsumsi alkohol atau khomr yang dapat membuat penggunanya hilang kesadaran atau mabuk.

Kandungan alkohol yang membuat mabuk inilah yang diharamkan dalam agama. Dalam Islam alkohol yang memabukkan disebut juga “khomr”. Kandungan alkohol ini umumnya terdapat di minuman keras yang dapat mengakibatkan para peminumnya hilang kesadaran atau mabuk.

Nabi pun bersabda, “Setiap yang memabukkan adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram.”

Berbeda dengan alkohol yang membukkan, etanol merupakan senyawa alkohol yang tidak membuat penggunanya mabuk. Etanol pun kerap difungsikan sebagai senyawa alkohol yang dapat membunuh kuman dan bakteri baik dikulit dan pada benda mati. Selain itu juga sudah dilakukan banyak percobaan jika etanol aman digunakan pada kulit manusia.

Alkohol dalam hand sanitizer digunakan diluar tubuh bukan untuk dikonsumsi

Penggunaan cairan pembersih tangan merupakan jelas digunakan untuk membersihkan tangan bukan untuk dikonsumsi. Berbeda dengan khomr yang jelas dikonsumsi untuk masuk kedalam tubuh. Meski etanol yang terdapat pada hand sanitizer merupakan senyawa alkohol namun dianggap halal oleh Sebagian besar ulama dan MUI.

Penggunaannya yang tidak untuk dikonsumsi dan juga tidak memberi efek memabukkan menjadi alasan utama jika etanol dan segala produk turunannya termasuk hand sanitizer halal digunakan umat muslim. Umat islam saat ini tidak perlu khawatir tentang penggunaan hand sanitizer dimasa pandemi seperti, hand sanitizer dapat tetap dipergunakan demi kebersihan tangan agar tetap terjaga dari virus-virus dan bakteri yang ada di tangan.

Baca juga:

Makanan Halal, Solusi Gizi Terbaik Selama Pandemi

Orang Tanpa Gejala dan Bahaya Penularannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − ten =