Hindari pandangan aurat merupakan kewajiban para wanita untuk tidak memberi perhatian pada sesama atau lawan jenis. Baru-baru ini kita dikejutkan dengan pernyataan salah satu komisioner KPAI yang mengatakan berenang bersama laki-laki bisa membuat seorang wanita hamil. Pernyataan tersebut sontak membuat ramai semua kalangan masyarakat. Pasalnya, kolam renang di Indonesia umumnya tidak dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, penyatuan kolam renang tersebut yang nyatanya membuat resah KPAI hingga terlontar pernyataan tersebut.

Alangkah baiknya jika kolam renang dipisahkan antara wanita dan pria agar tidak menimbulkan fitnah. Apalagi khususnya bagi kaum Hawa yang ingin berenang alangkah baiknya untuk mencari kolam renang yang terpisah dengan kaum Adam. Bukan karena ditakutkan bisa terjadi hamil, namun karena aurat yang mungkin bisa dilihat oleh pria.

Dilarang menampakkan aurat di depan yang bukan mukhrimnya

Bukan tanpa sebab, pada zaman Rasulullah pun wanita jelas dilarang untuk pergi ke kamar pemandian umum. Meski sudah terpisah dengan pria, namun Rasul tetap khawatir bila nanti ada satu dan lain hal yang mungkin terjadi. Maka dari itu, Rasul melarang seorang wanita untuk pergi ke tempat pemandian umum.

Rasul pernah bersabda bahwa “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia memasukkan istrinya ke dalan hammaam (tempat pemandian umum).”

Baca juga: Berlari Dengan Hijab, Kebutuhan Sampai Gaya Hidup

Pada masa Rasulullah tersedia tempat mandi bersama yang banyak diisi oleh kaum pria. Meski berbeda dengan kolam renang, hammam atau tempat pemandiaan umum menyediakan kolam untuk berkumpulnya mereka yang ingin membersihkan badan. Bagi kaum wanita pun tersedia kolam yang terpisah, namun Rasul tidak mengizinkan para wanita untuk datang mandi kolam pemandian umum atau hammam. Pemisahan ini dilakukan untuk para pendatang hindari pandangan aurat.

Memilih kolam renang yang terpisah

Saat ini tersedia beberapa kolam renang Syariah. Kolam renang yang berkonsep memisahkan antara kolam renang untuk pria dan wanita. Dipisahkannya kolam renang ini ditujukan agar tidak adanya fitnah yang timbul atau hal tidak baik lainnya. Sehingga, membuat pria tidak bisa melihat aurat wanita dan begitupun sebaliknya.

Hindari penggunaan pakaian ketat

Agar tidak mengundang perhatian, wanita diwajibkan untuk tidak menggunakan pakaian yang ketat. Dengan tidak menggunakan pakaian ketat untuk hindari pandangan aurat yang berlebihan dari lawan jenis atau pun sesama wanita.

Bertolak belakang dengan pernyataan komisioner KPAI, Islam lebih cenderung meminta para wanita untuk tetap amanah dalam menjaga auratnya. Pelarangan ini dibuat agar para wanita tidak mempertontonkan auratnya di depan umum. Pelarangan melihatkan auratnya ini tidak hanya berlaku pada saat berenang saja, tapi juga setiap saat. Dalam Islam seorang wanita hanya diperbolehkan untuk menunjukkan auratnya hanya kepada pasangannya mukhrimnya saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 17 =