Indonesia – Turki Melangkah Bersama Untuk Wisata Halal

0
653

Wisata halal di Indonesia masih dianggap duri. Tak dimengerti, bahkan dianggap menghantui. Seolah ingin memaksakan. Wisata halal dianggap mengubah definisi dari konsep wisata yang sejak dulu sudah diterima pakemnya. Wisata halal bagi sebagian orang bahkan memancing komentar yang bernilai nyinyir. Bahkan menjadi ajang politisasi kawasan wisata. Padahal jelas – jelas sejumlah negara maju telah mengembangkan wisata halal. Konsep wisata halal bahkan dijadikan upaya untuk menarik devisa. Devisa tersebut diperoleh dari negara yang masyarakatnya butuh mendapatkan dan berhak atas layanan makanan halal, layanan ketersediaan pengingat waktu sholat, layanan bermain keluarga, layanan mendapat interaksi sosial yang sesuai dengan prinsip kehidupan yang dianutnya. Saat ini sudah banyak negara non mayoritas berpenduduk muslim sudah melek wisata halal. Karena kantung devisa yang terkanudng di dalamnya. Bagaimana dengan negara mayoritas penduduk muslim dunia? Bagaimana pula dengan Indonesia?

Baca juga : Berwisata Kuliner Halal di Jepang

Turki Negara Serupa Tapi Tak Sama

Turki adalah negara serupa tapi tak sama dengan Indonesia. Demografi penduduk yang beridentitas muslim kurang lebih memiliki dinamika yang sama dengan Indonesia. Dalam hal mengembangkan konsep wisata halal, Turki memiliki Antalya. Walaupun tidak dideklarasikan sebagai destinasi Halal, namun layanan bagi wisatawan berkebutuhan layanan halal, mampu dipenuhi oleh Turki. Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh International Halal Tourism Organization di tahun 2018 berjudul Halal Tourism Tourist Profile Antalya Destination, dinyatakan bahwa hampir 78% pengunjung hotel wom delux salah satu resort halal di Antalya, dikunjungi kembali oleh repeater tourist. Masih dari penelitian yang sama, rerata responden penelitian sejumah 86.5% nya akan merekomendasikan Antalya pada sanak keluarganya. Selanjutnya selama 86.1% memastikan akan merencanakan kembali liburannya di Antalya. Antalya memang dikenal dengan iklimnya. Disaat wilayah Barat sedaang mengalami musim dingin, tidak demikian dengan Antalya.

Upaya Indonesia untuk wisata halal

Dalam kurun masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan di DKI Jakarta, Wisata halal nampaknya mendapat tempat utama. Sejarah DKI Jakarta sebagai tuan rumah sejumlah negara, dan pusat bisnis Indonesia, membawa tekad mengembangkan wisata Halal di DKI Jakarta. Tambah lagi, untuk pengembangan bidang Meeting, Incentive, Conference dan Exhibition DK Jakarta memiliki modal kuat untuk pengembangannya. Salah satunya adalah perhelatan Indonesia Syariah Economy Festival yang merupakan hajatan besar Bank Indonesia untuk memaamerkan pengembangan sektor terkait keuangan syariah dunia, Direncanakan akan hadir delegasi dari semua anggota negara anggota organisasi Konferensi Islam, atau yang dikenal dengan OKI. Untuk itu Indonesia E-Tokohalal mendukung inisiasi Halal Lifestyle Center Indonesia dalam menghadirkan pelaku usaha akomodasi yang menyediakan demand wisatawan muslim. Diharapkan kehadiran mereka dapat menginspirasi dan memotivasi pelaku usaha pariwisata halal. Sehingga semangat melangkah dan gigih berupaya. Untuk itu pada hari Sabtu, 5 Oktober 2019 akan dilaksanakan Turkey Halal Benchmarking Workshop, Toward jakarta Halal Tourism Industry Concept yang akan menghadirkan pembicara dari Turki. Mr. Yusuf Gerceker (chairman of the board IHATO and General Manager Wome Delux Hotel Antalya) dan Mr. Emrullah Ahmet Turhan (General Secretary IHATO) yang juga merupakan peneliti destinasi halal di Antalya.

baca juga : Negara asing ini ramah untuk wisatawan muslim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − three =