Industri pakaian bersertifikasi halal sesuai dengan peraturan pemerintah tentang kewajiban sertifikasi halal untuk semua produk. Peraturan ini telah dituangkan dalam PP 31 no 2019 yang mewajibkan semua produk tersertifikasi halal akan mulai dijalankan pada Oktober Produk yang akan diwajibkan memiliki sertifikasi halal adalah makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, dan barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat.

Berdasarkan peraturan yang telah dibuat, industri pakaian merupakan produk yang digunakan masyarakat masuk kedalam kategori produk yang harus memiliki sertifikasi halal. Industri pakaian bersertifikasi halal karena dari faktor penggunaan bahan, industri pakaian ini harus ramah dengan umat muslim. Pelarangan penggunaan bahan-bahan yang mengandung bahan non-halal pun harus dihilangkan.

Penggunaan bahan baku yang diperbolehkan.

Dalam industri fashion bahan pakaian yang paling sering disoroti adalah pemakaian bulu jaket dan bulu mata. Penggunaan bahan yang tidak dianjurkan dalam agama ini sudah disadari oleh para pengusaha pakaian. Menghindari bahan yang dilarang agama dalam penggunaannya telah dilakukan untuk menghindari munculnya kontroversi di tengah masyarakat.

Menyikapi soal sertifikasi halal pada kain yang menjadi bahan baku utama untuk pakaian, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menganggap bahwa sertifikasi terhadap produk pakaian harus tetap dilakukan untuk menghindari penggunaan bahan-bahan yang dilarang.

LPPOM MUI telah membagi 4 kelompok jenis kain dalam kategori, yaitu:

Pertama, kain yang menggunakan bahan yang suci dan melalui proses yang suci pula. Ini umumnya ditemukan pada kain-kain sintetis.


Kedua, kain berbahan suci namun prosesnya menyebabkan kontaminasi bahan yang najis. Kain jenis ini menjadi terkena najis (mutanajis).


Kelompok ketiga, yaitu kain berbahan tidak suci, namun dalam prosesnya bisa menjadi suci. Ini umum ditemukan pada penggunaan kulit hewan, seperti sapi, kambing, domba, dan binatang lain yang disamak.


Kategori terakhir merupakan kelompok kain yang bahannya najis dan dalam prosesnya tidak dapat disucikan kembali. Ini dapat ditemui pada kain yang berasal dari kulit babi. Kulit babi tidak menjadi suci walaupun melalui proses penyamakan. Baca Juga: Kategori lain dalam produk halal

Industri pakaian bersertifikasi halal harus melakukan pengujian sampel tetap harus dilakukan untuk memastikan bahwa produk kain tersebut bebas dari kandungan yang dilarang. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang valid untuk produkproduk seperti baju, kerudung, sepatu, dan tas dianggap masih sah untuk digunakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + twenty =