Investor Saudi Arabia Lirik Kosmetik Halal

0
434
Indonesia Halal Investment Forum, Jeddah 2019 bersama seluruh peserta forum dari Indonesia

Investor dari Saudi Arabia memiliki ketertarikan yang tinggi pada potensi bisnis kosmetik halal di Indonesia. Hal ini terlihat dalam forum Indonesia Halal Economy Investment Forum (IHEIF) 2019 yang diselenggarakan di Jeddah, Saudi Arabia pada tanggal 18 September 2019 di Balai Nusantara Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah. Sejumlah investor menyatakan minat dan ketertarikannya. Sejumlah pertanyaan secara intensif ditujukan langsung. Bahkan mereka tidak ragu untuk berkomiten. Dengan menyatakan kesiapannya melakukan kunjungan lapangan ke Indonesia dalam waktu dekat. Selain karena Indonesia pasar terbesar konsumen kosmetik halal, juga karena produk kosmetik halal belum banyak tampil di panggung perniagaan dunia.

Peserta menarik Investor Saudi Arabia

Sejumlah sektor hadir di IHEF

IHEIF 2019 sendiri merupakan sebuah forum investasi industri halal perdana yang digagas oleh Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) bekerja sama dengan DinardStandard (Dubai & New York) dengan didukung penuh pelaksanaannya oleh Bank Indonesia dan Kementerian Luar Negeri RI. Chairman IHLC Sapta Nirwandar dalam pidato perkenalannya menyatakan bahwa delegasi yang mengikuti kegiatan ini berasal dari kalangan usaha kecil, menengah, dan juga pengusaha besar. Hadir sebaagai peserta forum tersebut Naiila Halal Nail Polish, Epic Group, Jababeka Group Tanjung Lesung resort, Rendang Katuju, Rendang Uniadek, Elbise by Dian Darmadi, Phalosari, IFI (Islamic Fashion Institute), IM&Co, Tiara Coffee, Pyro Coffee, Bremock Bandung, Adia Modern Ethnic Bag, Harum Qolbu Gelatin, The Paradise World Resort, Apple Green.

Keseluruhan perusahaan yang hadir dalam forum tersebut bergerak di delapan sektor industri halal. Mereka adalah pengusaha yang bergerak di sektor food & baverage, fashion, tourism, cosmetics, education, financial, media dan pharmaceutical. Sektor-sektor ini merupakan sektor yang dipetakan dalam Indonesia Halal Economy and Strategy Roadmap. IHLC telah meluncurkan blue print tersebut bekerja sama dengan Dinard Standard di tahun 2018. IHEF sendiri merupakan salah satu program tindak lanjut blue print tersebut.

Investor Saudi Arabia terima komitmen pemerintah RI

Baca Juga:Kosmetik halal menjadi jawara di pasar kosmetik

Dalam IHEIF 2019 di Jeddah, para pelaku usaha dari kedua belah pihak (Indonesia – Saudi Arabia) berinteraksi di meja bundar secara berkelompok sesuai bidang usaha yang digelutinya masing-masing. Misalnya, pengusaha makanan dari kedua negara ditempatkan di satu meja yang sama. Begitu pula dengan pelaku usaha fashion dan sektor lainnya. Program IHEIF bagi para pelaku usaha sangat efektif. Sementara dari Investor Jeddah sendiri, menimbulkan tingkat kepercayaan yang tinggi pada calon mitra yang ditemuinya. Mengingat kehadiran mereka langsung diawasi dan didampingi oleh sektor perbankan dari Indonesia. Bahkan didukung penuh oleh Bank Indonesia. Kendala komunikasi juga hilang dengan dihadirkannya penterjemah-penterjemah handal disetiap meja bundar. KJRI menghairkan 10 penterjemah-penterjemah Indonesia – Arab yang dapat memudahkan kendala komunikasi dalam forum tersebut.

Ketertarikan investor dalam tanya jawab yang intensif.

baca juga : Kosmetik Halal untuk Kuku

Khusus terkait sektor kosmetik, dua pemain ekspor-impor kosmetik Indonesia – Saudi Arabia, dengan pendampingan khusus Konsulat Jenderal Republik Indonesia telah siap menangkap peluang dari angka perolehan 6.4 Milyar USD hingga tahun 2025. Setelah diperoleh angka capaian 3.9 Milyar USD di tahun 2017. Strategi KJRI adalah dengan menerbitkan izin kunjungan pengusaha kosmetik tersebut. Mereka diizinkan secara intensif berkunjung ke Indonesia. Dengan menerbitkan visa satu tahun pada pengusaha arab yang berkomitmen bekerja sama dengan pengusaha kosmetik Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + twenty =