Itikaf saat pandemi seperti saat ini menjadi berbeda seperti masa tahun-tahun sebelumnya. Hingga saat ini, pemerintah masih menerapkan PSBB di beberapa kota di Indonesia termasuk ibukota negara DKI Jakarta. Peraturan yang dimuat dalam PSBB dan juga anjuran MUI untuk tidak melakukan ibadah dari Masjid dan Musholla menjadi himbauan para umat muslim untuk tidak beribadah ke masjid.

Malam Lailatul Qadar yang selalu ingin di capai di setiap bulan suci Ramadhan sementara waktu tidak dapat dilakukan dari Masjid atau Musholla. Kemuliaan malam Lailatul Qadar layaknya malam seribu bulan, lebih baik dari malam-malam lainnya kini berusaha diraih dari rumah.

Lalu bagaimana itikaf yang memiliki arti menetap di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, itikaf saat pandemi dilakukan dari rumah?

Masa pandemi seperti ini sesuai himbauan dapat melakukan itikaf cukup dari rumah. Dengan pertimbangan menghentikan penularan, untuk tidak membuat kegiatan berkumpul, beribadah dari rumah harus dilakukan.  Sesuai dengan himbauan MUI yang menyatakan untuk umat Islam melaksanakan ibadah selama bulan suci Ramadhan tahun ini cukup dari rumah bersama keluarga.

Pelarangan ibadah di tempat beribadah telah dihimbau dari semenjak belum memasuki bulan suci Ramadhan. Himbauan tersebut dilanjutkan selama bulan suci, seperti melaksanakan sholat lima waktu dari rumah, tarawih, iftar hingga sholat Ied di akhir bulan suci nanti cukup dilakukan dari rumah.

Berniatkan itikaf saat pandemi dengan sholat

Berdiam diri di masjid demi mendekatkan diri dengan Allah SWT dapat dilakukan dengan melaksanakan ibadah Sholat. Dapat melaksanakan sholat apa saja, sholat wajib dan sholat sunnah. Kegiatan sholat demi mendekatkan diri kepada sang pencipta dapat dilakukan dengan sholat berjamaah ataupun sendiri. Sholat sunnah yang bisa dilakukan adalah sholat tarawih dan sholat tahajud.

 ‘’Shalat merupakan hubungan langsung antardua pihak, yakni seorang hamba dengan Khaliknya. Terlebih, shalat adalah tiang agama dan rukun Islam yang paling utama,’’ Ucap Al-Kubaisi.

Memperbanyak membaca Al-Quran

Mengisi waktu saat itikaf dapat dilakukan dengan membaca Al-Quran pedoman hidup umat Islam. Membaca Al-Quran merupakan amalan yang dapat membuat anda memahami Islam lebih baik lagi dan membawa hati menjadi tenang dan tentram.

Rasulullah Saw. bersabda, “Bacalah oleh kalian Alquran. Karena sesungguhnya Alquran itu akan datang menghampiri kalian di hari kiamat sebagai syafaat.” (HR Muslim)

Melakukan Dzikir dan berdoa

Saat melaksanakan itikaf dianjurkan untuk banyak berdzikir dan berdoa. Dzikir yang dianjurkan saat itikaf adalah bertasbih, bertahmid dan tahlil, istighfar dan sebagainya. Dengan menyibukkan diri dengan berdzikir niscaya anda akan mendapat pahala yang besar.

 Allah SWT berfirman, ‘’Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu; bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.’’ (QS Al-Baqarah [2]: 152).

Bershalawat

Salah satu anjuran amalan saat melakukan itikaf adalah bershalawat. Melakukan shalawat dipercaya sebagai sebab turunnya rahmat dari Allah SWT. Shalawat kepada Rasulullah SAW merupakan perintah Allah SWT kepada kita.

 Rasulullah SAW bersabda, ‘’Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah memberinya rahmat sepuluh.’’ (HR Muslim).

Menjelang 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan itikaf merupakan ibadah sunnah yang biasa dilakukan umat Islam. Meski tidak dapat dilakukan dari masjid, melaksanakan itikaf cukup dari rumah dan In Syaa Allah tidak akan mengurangi pahala yang akan didapatkannya dalam meraih malam Lailatul Qadar.

Baca juga:

Menjaga Imunitas Dengan Berpuasa

Hand Sanitizer, Polemik Kandungan Alkohol Halal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 3 =