Kartu kredit telah menjadi salah satu alat transaksi perbankan sejak lama. Meski dianggap sebagai kartu hutang dan berbahaya kartu kredit tetap banyak digunakan oleh masyarakat. Kartu kredit dianggap kartu hutang karena pihak bank membayar terlebih dahulu transaksi yang kita lakukan lalu nasabah berhutang melalui bank. Nasabah harus mengembalikan uang yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh pihak bank ditambah dengan dengan bunga. Jika nasabah tidak dapat melunasi pembayaran atas kartu kredit, maka pihak bank akan menambah beban bunga yang harus dibayarkan dibulan selanjutnya.

Kartu kredit syariah, inovasi perkembangan bank berlandaskan hukum syariat agama

Dunia perbankan Syariah kini telah semakin berkembang, bank pun telah menghadirkan kartu kredit Syariah. Sesuai dengan fatwa MUI pada 2006 mengenai kartu kredit merupakan alat transaksi non tunai yang dapat digunakan siapapun tanpa ada beban bunga. Dalam mendapat keuntungan, penerbit kredit dapat menggunakan akad untuk nasabah membayar iuran secara regular.

Ada beberapa persamaan antara Kartu kredit konvensional dengan kartu kredit Syariah. Beberapa persamaannya yaitu seperti sama-sama merupakan alat pembayaran, sama-sama memiliki biaya tahunan, biaya keterlambatan dan biaya lainnya seperti biaya materai. Walau tidak ada bunga dalam setiap transaksi, namun nasabah tetap diwajibkan untuk membayar biaya-biaya tersebut.

Baca juga: Gaya hidup halal bagi umat muslim

Selain persamaan diatas, terdapat juga perbedaan antara kartu kredit konvensional dengan kartu kredit Syariah. Kartu kredit Syariah tidak dibebankan bunga, selain itu kartu kredit Syariah pun tidak menetapkan biaya bunga tambahan saat nasabah tidak membayar penuh tagihannya.

Namun penerbit kartu diperbolehkan untuk menarik uang iuran dari kepemilikan kartu kreditnya tersebut dan berhak menetapkan besaran biaya iuran yang harus dibayarkan pemegang kartu. Selain itu MUI juga menerapkan sejumlah batas bagi bank, pemegang kartu serta pedagang yang terkait kartu kredit tanpa riba ini.

Kartu kredit Syariah dalam keseharian:

  1. Kartu kredit berbasi syariat islam ini tidak diperbolehkan menimbulkan riba.
  2. Tidak diperbolehkan digunakan untuk transaksi yang tidak sesuai dengan Syariah.
  3. Bukan menjadi alat untuk pemborosan.
  4. Pemegang kartu harus melunasi tagihan tepat waktu.

Hadirnya kartu kredit bebas riba ini memberikan nasabah opsi pilihan untuk mengajukan kartu kredit.  Penggunaan kartu kredit Syariah pada dasarnya sama dengan kartu kredit pada umumnya. Tinggal bagaimana nasabah menggunakan kartu kreditnya dengan bijak sesuai dengan kebutuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − 9 =