Katuju, Rendang Minangkabau untuk Saudi Arabia. Katuju sebuah perusahaan untuk merek dagang rendang asal Minangkabau siap memperluas pasar konsumennya di Saudi Arabia. Hal ini tergambarkan dari diterimanya proposal kerjasama pengusaha makanan asal minangkabau tersebut dengan salah satu investor Arabia yang hadir dalam Indonesia Halal Investmen Forum (IHEF) yang baru saja digelar di Wisma Nusantara Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah pada tanggal 18 September 2019.

Katuju menarik minat investor kuliner Arab Saudi

Setiap tahunya, setidaknya pemerintah Indonesia harus membayar 15 trilyun rupiah kepada pemerintah Arab Saudi untuk mendapatkan layanan prima bagi jemaah haji Indonesia. Saudi Arabia merupakan tempat dituju para jemaah haji. Dengan keterbatatasan sarana prasarana bagi jemaah, namun penambahan kuota selalu menjadi tuntutan pemerintah Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan Jamaah haji Indonesia yang jumlahnya selalu meningkat.

Kebutuhan konsumsi makan dan minuman Jamaah haji juga menjadi pekerjaan rumah besar. Perbedaan selera hidangan makanan, seringkali menjadi kendala. Bagi Jemaah haji yang sudah berusia, terntunya tidak mudah mengkonsumsi makanan dan minuman bercita rasa india atau timur tengah. Sementara kebutuhan akan asupan untuk stamina tak bisa ditunda. Hal ini merupakan titik dimana potensi ekspor makanan Indonesia terbuka di Saudi Arabia. Wabil khusus penyediaan makanan dengan cita rasa Indonesia. Benar-benar menjadi kebutuhan dan membuka peluang usaha.

Baca juga : Menjaga Pola Makan Sehat dengan Produk Halal

Dalam rangkaian program IHEF, Produk rendang menjadi incaran pengusaha restoran dan makanan di Saudi Arabia. Olahan rendang ini sudah banyak menjadi list kebutuhan jemaah haji Indonesia. Sayangnya sering terkendala dengan kuota barang yang tersedia. Katuju, sebuah rumah produksi makanan olahan, siap melebarkan sayap pemasarannya di Saudi Arabia. Karena bukan saja untuk konsumsi wisatawan haji, wisatawan umroh dari Indonesia juga selalu bertambah stiap tahunnya.

Katuju, Semangat dibalik Rendang Minagkabau

Ade Suryanto, President Director Rendang Katuju

Ade Surianto Presiden Director katuju siap menjawab semua tantangan yang dihadapi. Berikut petikan wawancara kami dengan sang President Director, aktor dibelakang Rendang Katuju.

Apa yang menginspirasi berdirinya Katuju ? Rendang adalah salah satu produk kuliner terbaik Minangkabau di mata dunia. Bagi kami, rendang adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya. Setiap daerah bahkan rumah di Minangkabau, memiliki cita rasa rendang khas, sarat akan kearifan lokal dan nilai budi. Kami ingin membawa kuliner Minangkabau lebih dari sekedar dikenal nama dan dimahsyurkan. kelezatan dan keistimewaan kuliner Minangkabau harus menjangkau semakin jauh dan dinikmati oleh banyak orang.

Mengapa Memilih Rendang untuk dikembangkan ?

Memang di dunia kuliner Minangkabau, amat didominasi oleh angkatan senior. Jarang ada anak muda Milenial yang concern di bidang ini. Di Katuju, kami anak muda mengambil bagian untuk itu. Karena sejarah rendang, memang selain dari kata benda, juga lekat dengan kata kerja marandang. Di Minangkabau, memasak yang lama disebut marandang. Bukan hanya marandang daging, marandang juga berlaku untuk proses meroasting bijih kopi untuk diolah menjadi bubuk kopi. Rendang juga bisa berlaku untuk tanaman jengkol, nangka, ikan, ayam kampung, dan masih banyak lagi. Rendang adalah menu yang selalu ada dalam setiap acara adat di Minangkabau. Tidak hanya itu rendang juga dibuat untuk hadir pada kegiatan-kegiatan yang syarat makna lainnya, seperti melepas anak merantau, membekali tamu yang sudah berkunjung ke rumah kita, mengungkapkan rasa persaudaraan pada kolega kita, bahkan perjalanan spiritual seperti naik haji dan umrah ke tanah suci, rendang adalah bekal nya.

Katuju merupakan satu dari sejumlah pelaku usaha yang dipercaya Bank Indonesia mampu mengembangkan pasarnya ke luar negeri. Apa impian Bang Ade untuk Katuju? Harapan dan mimpi kami, Katuju bisa menjadi representatif kuliner minangkabau modern. Atas dasar itulah kami ingin menamai spirit membangun katuju menjadi : Masterpiece of Minangkabau Cuisine.

baca juga : Ekspor produk halal Indonesia di Eropa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen + fifteen =