Secangkir kopi luwak, kopi yang kini telah dianggap halal. Kopi merupakan minuman yang kini semakin digemari. Tidak hanya menjadi kebutuhan keseharian tapi kopi kini menjadi kebutuhan gaya hidup. Kopi menjadi teman setia saat sedang bersantai, berkumpul ataupun saat bekerja. Tingginya minat kopi dalam kehidupan keseharian menjadikan kopi sebagai komoditas yang banyak dihasilkan diberbagai daerah.

Indonesia memiliki letak geografis dan struktur yang tanah yang baik di anggap cocok dengan tumbuh kembangannya tanaman kopi. Indonesia memiliki banyak jenis kopi, beragam jenis kopi di Indonesia memiliki rasa serta keunikan tersendiri. Beragamnya jenis kopi di Indonesia membuat Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kopi dunia.

Kopi luwak, biji kopi yang berasal dari proses pencernaan hewan

Salah satu kopi asal Indonesia yang terkenal dipasar internasional adalah kopi luwak. Kopi luwak merupakan kopi yang berasal dari kotoran hewan luwak yang dibersihkan dan menghasilkan biji kopi yang berkualitas tinggi.

Binatang Luwak memang memakan biji kopi. Luwak berjenis Binturong yang suka memakan biji buah kopi. Luwak memiliki daya penciuman yang tajam, luwak akan memilih biji buah kopi yang memiliki kematangan sempurna sebelum memakannya. Setelah melalui proses dalam pencernaan luwak, luwak akan mengeluarkan kotoran berikut biji kopi yang dimakannya.

Baca juga: Gaya Hidup Halal Bagi Kaum Millenial Indonesia

Setelah luwak mengeluarkan kotorannya, kotoran luwak yang masih menyatu dengab biji kopi dapat dijemur terlebih dahulu atau dicuci dengan tanah sebanyak 7 kali sampai bersih lalu disangrai atau digoreng. Sesudah melalui proses sangrai, biji kopi luwak pun digiling dan akan disortir menyisakan mana biji kopi yang utuh dan biji kopi yang pecah. Biji kopi yang utuh siap digiling kembali menjadi bubuk dan siap untuk disajikan menjadi secangkir kopi.

Biji kopi luwak, halal untuk dikonsumsi

Biji kopi luwak yang berasal dari kotoran luwak sempat dipertanyakan kehalalanya, karena berasal dari kotoran hewan. Pada dasarnya segala yang keluar dari saluran pembuangan adalah haram. Begitupun dengan biji kopi luwak yang berasal dari kotoran yang keluar dari feses, awalnya kopi luwak di anggap dilarang untuk dikonsumsi.

Setelah melalui proses Panjang MUI telah memfatwakan bahwa kopi luwak termasuk ke dalam Mutawassitah atau najis menengah. Barang yang terkena najis itu menjadi halal setelah disucikan. Aturan lainnya adalah biji buah kopi yang dimakan oleh luwak dan dikeluarkan kembali adalah keras dan bisa tumbuh kembali bila ditanam.

Diterangkan dalam Kitab Al-Majmu’ Juz 2, hal. 573, yang menerangkan jika ada hewan memakan biji tumbuhan, kemudian dapat dikeluarkan dari perutnya, jika tetap kondisinya dengan sekiranya jika ditanam dapat tumbuh, maka tetap suci. Akan tetapi harus disucikan bagian luarnya karena terkena najis.

Biji kopi luwak telah diperbolehkan untuk dikonsumsi setelah dibersihkan. Setelah melalui proses pembersihan dan digoreng, biji kopi luwak layak untuk dikonsumsi. Namun sampai saat ini kopi luwak belum mengantongi sertifikat Halal, untuk mendapat label Halal harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen + 9 =