Kosmetik label Halal kini semakin diminati. Baik pria dan wanita menggunakan kosmetik adalalah untuk mempercantik diri agar tampil semakin menarik. Kini penggunaan kosmetik menjadi acuan untuk terlihat lebih cantik, dengan beragam kosmetik yang digunakan dapat menyulap tampilan agar lebih menarik.

Berdasarkan sejarahnya, kosmetik telah ada dari berabad-abad lalu. Kosmetik tempo dulu sampai kini tetap memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mempercantik diri. Bahan-bahan yang digunakan jaman dulu banyak berasal dari hewan dan tumbuhan. Proses pembuatannya pun tanpa menggunakan mesin, cara-cara manual seperti ditumbuk dan dibakar menjadi cara yang lazim digunakan.

Kosmetik halal, tetap dapat digunakan saat beribah dan menjadi kebiasaan rasul saat beribadah

Penggunaan make-up dalam Islam tidak ada larangannya, karena dalam agama Islam menganjurkan untuk menjaga kebersihan, cara berpakaian hingga cara merawat diri. Seperti menggunakan wangi-wangian dan berpenampilan bersih dan rapi saat beribadah dilakukan oleh nabi Muhammad.

Indonesia dengan mayoritas penduduk beragam Islam di Indonesia menginginkan tersedianya kosmetik yang ramah bagi umat Muslim. Penggunaan kosmetik dalam keseharian diharapkan dapat juga digunakan saat beribadah.

Mengajukan label halal untuk kosmetik

Saat ini kosmetik Halal yang telah memiliki logo Halal dari MUI sudah dimiliki oleh beberapa milik merek lokal. Hadirnya MUI dalam menerbitkan logo halal merupakan angin sejuk bagi para umat Muslim yang selalu ingin tampil menarik tanpa mengabaikan ketentunan yang ada dalam ajaran Islam.

Baca Juga: Alkohol dalam bahan parfum, halal atau haram?

Meski produk kosmetik yang mengajukan label halal masih jauh lebih sedikit dibanding makanan, namun setidaknya merek-merek yang telah mengantongi label halal dapat memenuhi kebutuhan akan kosmetik halal di Indonesia. Label halal yang telah mereka kantongi pun menjadi salah satu keunikan serta kelebihan produk yang mereka miliki.

Lantas, bagaimana para pemilik merek kosmetik untuk mendapat label halal? Berikut merupakan tahapan yang perlu dilakukan.

Menerapkan sistem jaminan halal.

Untuk bisa mengantongi label Halal pada produk kosmetik, pemilik merek harus mengaplikasikan sistem jaminan halal dalam perusahaannya. Sistem jaminan halal meliputi kebijakan, manajemen, bahan baku, proses produksi, fasilitas hingga prosedur. Menerapkan sistem jaminan halal akan memudahkan otoritas pemberi sertifikat untuk melakukan pemerikasaan terhadap perusahaan yang hendak mengajukan sertifikat halal.

Pemeriksaan hingga audit ke pabrik.

Bila perusahaan telah menerapkan Sistem Jaminan Halal pada perusahaan akan memudahkan auditor untuk memeriksa seluruh kondisi manajemen perusahaan. Auditor pun akan memerikas bahan baku yang digunakan dalam pembuatan produk kosmetik.

Pemeriksaan Laboraturium

Setelah melakukan pemeriksaan berkas dokumen sampai audit pabrik, pemerik saan dilanjutkan pada laboraturium. Pemerikasaan produk dalam laboraturium untuk memerikasa kandungan dan bahan baku yang digunakan dalam produk tersebut benar-benar diperbolehkan dalam agama. Selain pemeriksaan pada laboraturium, pemerikasaanpun dilanjutkan sampai tahapan pengujian untuk wudhu.

Penerbitaan fatwa Halal

Setelah melakukan penelitian keseluruhan maka akan dirapatkan untuk pengeluaran sertifikat Halal. Pada tahapan ini seluruh kebutuhan produk dan dokumen pendukung telah lengkap. Setelah fatwa dikeluarkan makan setifikat Halal pun siap untuk diterbitkan.

Dengan hadirnya sertifikat Halal untuk produk kosmetik membuat konsumen semakin aman dan nyaman. Konsumen pun dapat memilih kosmetik bersertifikat Halal yang nyaman digunakan saat beribadah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 4 =