Larang hijab di negara Perancis yang kontroversial sudah dilakukan mulai dari tahun 2011 lalu. Pelarang ini berdasarkan atas dasar negara Perancis Laïcité (negara terpisah oleh agama dan tidak berdasarkan kepada agama). Pelarangan berdampak diskriminasi bagi kaum muslim yang turut menggunakan hijab dalam kesehariannya dan juga simbol agama lainnya.

Selain ditempat umum dan Gedung-gedung pelarangan ini tidak terkecuali bagi orang tua yang kerap mengantar anaknya ke sekolah dan menemani anaknya dalam acara-acara sekolah. Pelarangan ini menimbulkan efek kebencian akan umat Islam yang tinggi di Perancis. Diskriminasi sampai pengusiran ditempat publik dan denda kerap terjadi yang menimbulkan efek Islamophobia.

Tekanan untuk perusahaan Perancis yang memproduksi hijab

Salah satu merek perlengkapan olahraga asal Perancis, Decathlon sempat ingin memasarkan sebuah hijab untuk berolahraga di tokonya. Namun, besarnya tekanan juga ancaman dari masyarakat Perancis sendiri membuat perusahaan penyedia alat olahraga ini akhirnya menahan penjualannya.

Saat ini beberapa merek penyedia alat olahraga telah menciptakan hijab dan kebutuhan olahraga umat muslim yang menutupi dirinya seperti hijab dan burkini. Meski tidak diperjual-belika di Perancis, negara-negara lain masih memperbolehkan melakukan penjualan. Potensi besar ini melihat banyaknya atlit dari negara bermayoritas muslim yang ingin tetap menggunakan hijab saat berolahraga.

Penyebaran Corona Virus merubah persepsi hijab.

Pelarangan penggunaan hijab yang telah diberlakukan dari 2011 lalu oleh pemerintah Perancis menjadikan Perancis negara eropa pertama yang melarang penggunaan hijab secara umum. Mereka yang tetap menggunakan hijab saat berada ditempat publik akan dikenakan denda. Larang hijab pun sempat menuai protes dari muslim di Perancis yang mencapai lima juta jiwa.

Baca juga: Virus Corona Datang, Berikut Langkah Antisipasinya

Penyebaran virus Corona atau COVID-19 yang sangat cepat justru mendorong pemerintah memberlakukan peraturan baru yang mewajibkan seluruh masyarakatnya menutup kepala dan hanya terlihat bagian mata. Meski bukan penggunaan hijab namun pemerintah melakukan antisipasi bagi warganya untuk agar tidak tertular.

Tren penutup wajah yang tampil dalam The Paris Fashion Week 2020

Penampilan tren 2020 yang muncul saat gelaran The Paris Fashion Week justru memperlihatkan pakaian-pakaian yang tertutup. Tren 2020 justru banyak yang menggunakan penutup wajah atau topeng layaknya sebuah hijab.

Sangat ironis sekali saat larangan hijab dahulu pemerintah Perancis melakuka pelarangan penggunaan hijab yang menutup wajahnya kini tren 2020 justru banyak mengaplikasikan penutup wajah. Efek dari virus COVID-19 ini memberi pengaruh ke dunia fashion yang kini lebih memberikan model kekinian yang mengikuti anjuran berpakaian Muslimah dalam agama Islam.

Virus COVID-19 yang semakin menyebar ke semakin banyak negara memberi ketakutan bagi banyak negara. Negara-negara yang sudah terkena wabah ini melakukan banyak cara agar penyebarannya tidak meluas, mulai dari anjuran untuk tidak keluar rumah sampai pemilihan pakaian agar tidak mudah tertular.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 − four =