Makanan halal untuk memberikan jaminan atas keamanan dari virus-virus berbahaya. Awal mula penularan virus Korona berasal dari hewan kelelawar yang dijual di pasar basah di Wuhan, Tiongkok. Hewan liar ini menularkan virus yang ada didalam tubuhnya ke manusia. Penularan ini menyebabkan manusia yang tertular akan mengalami gejala flu, demam hingga sesak nafas yang dapat menularkan ke orang lain atau menyebabkan meninggal dunia. Meskipun saat ini kota Wuhan telah berhasil menghentikan laju penularan virus Korona, namun negara lain yang merupakan imported case masih harus berjuang menghadapi virus Korona.

Pasar makanan hewan liar telah umum berada diseluruh dunia, tidak hanya ada di Wuhan. Makanan liar pun juga ada di Indonesia dan negara asia lainnya. Segala jenis hewan liar dipasar ini layaknya lumrah untuk dikonsumsi. Termasuk hewan kelelawar yang dipercayai sebagai hewan penular dari virus Korona. Selain kelelawar, juga tersedia hewan yang tidak umum seperti ular, tikus, buaya dan lain-lain dijual secara bebas dipasar ini.

Memilih makanan halal yang biasa dikonsumsi oleh umat Islam dapat menjadi pilihan

Allah SWT telah menciptakan hewan yang baik dikonsumsi bagi manusia. Hewan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh manusia merupakan makanan halal yang bermanfaat bagi tubuh juga jiwa seorang manusia.

Saat ini pilihan makanan halal menjadi makanan yang dapat dikonsumsi demi menghindari kemungkinan resiko tertularnya virus-virus yang berada ditubuh hewan tersebut. Hewan yang telah dianggap halal oleh Allah SWT umumnya kini telah diternak oleh manusia dan diberikan pakan yang baik dan sehat sehingga aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

Melarang memakan hewan liar, Shenzhen merupakan kota pertama di China yang melarang memakan makanan dari hewan liar.

Hewan liar merupakan sumber penyebaran virus-virus berbahaya bagi manusia. Dalam merespons atas wabah virus dunia, pemerintah Shenzhen memberlakukan pelarangan memakan makanan hewan liar seperti ular, kelelawar dan hewan liar lainnya agar tidak lagi ada virus dari hewan tersebut yang menularkan virusnya ke manusia.

Pelarangan yang akan dimulai pada tanggal 1 Mei mendatang juga melarang mengkonsumsi hewan yang menjadi hewan peliharaan umumnya seperti anjing dan kucing. Pelarangan ini berlaku kepada semua toko dan restoran yang berada di Shenzhen yang terletak di tenggara Tiongkok.

Berhenti mengkonsumsi hewan liar

Hewan liar telah terbukti beberapa kali membahayakan tubuh manusia. Menghentikan konsumsi hewan liar dapat menjadi salah satu cara mengurangi resiko yang dapat terjadi pada tubuh manusia. Tidak hanya virus Korona, virus SARS dan Ebola pun berasal dari hewan liar yang penularannya karena hewan liar tersebut dikonsumsi oleh manusia.

Penularan virus dari hewan liar kerap menjadi masalah pada sistem tubuh manusia. Tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari hewan liar tersebut adalah cara terbaik untuk menjaga diri dari kemungkinan tertular virus-virus berbahaya. Pilih lah sumber-sumber hewani yang memiliki gizi baik bagi manusia dan diproses secara halal.

Baca juga:

Pandemi Korona Usai, Hidup Jadi Lebih Baik

Langkah Antisipasi Penyebaran Virus Corona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 11 =