Berdagang ala Rasulullah menjadi contoh terbaik bagi para calon penggusaha. Berdaga merupakan pekerjaan yang dekat dengan umat Islam. Dari zaman Rasulullah sudah ada transaksi perdagangan. Bahkan salah satu pekerjaan Rasulullah adalah pedagang. Rasulullah berdagang menjual segala kebutuhan umatnya. Tidak hanya di Mekkah, Rasulullah pun menjalankan kegiatan berdagang hampir diseluruh jazirah Arab yang membuatnya dikenal dihampir seluruh Kawasan Arab.

Berdagang ala Rasulullah pun mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Melalui berdagang, Rasulullah pun menerapkan nilai-nilai yang sesuai dengan kaidah dalam agama.  Berdakwah dalam berdagang membawa Rasul menjadi salah satu pedagang yang dikenal dikalangan para konsumennya.

Saat ini berdagang tidak harus selalu berada dipasar atau minimarket. Kecanggihan teknologi mendorong para pedagang masuk ke dunia digital. Penjualan melalui teknologi digital membawa produk yang dijual dapat dilihat lebih banyak lagi dan menjangkau konsumen lebih luas.

Salah satunya adalah situs marketplace untuk berdagang. Hadirnya marketplace membuat pedagang dapat dengan mudah menampilkan produknya hanya dengan mendaftarkan kumpulan produknya  membuka toko onlinenya.

Meski penjual dan pembeli tidak bertatap muka secara langsung, menerapkan kaidah-kaidah berjualan layaknya Rasul dalam berjualan daring wajib dilakukan oleh penjual. Seperti Rasulullah yang tetap menjalankan kebaikan-kebaikan baik dalam keseharian maupun dalam berdagang.

Berdagang ala Rasulullah dengan kejujuran

Rasulullah menjalankan hidupnya dengan penuh kejujuran. Beliau dikenal akan kejujurannya, termasuk dalam berdagang. Kejujura dalam berdagang meliputi tidak membohongi takaran timbangan, mengatakan segala sesuatu mengenai barangnya tanpa ada yang dikurangi dan tidak membohongi harga atau keuntungan yang diperoleh bila ditanyakan.

Baca juga: Ekspor Produk UMKM Kreatif Buatan Anak Bangsa

Menerapkan sikap jujur dalam berjualan online dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan konsumen dan juga memberikan deskripsi serta penawaran yang sesuai dengan produk yang ditawarkan. Dengan kejujuran membuat kita akan semakin dipercaya oleh konsumen. Konsumen pun tidak akan segan untuk kembali dan berbelanja kembali.

 Tidak memperdagangkan barang-barang haram

Selain jujur Rasul pun memperjual-belikan barang-barang yang hanya diperbolehkan dalam Al-Quran. Beliau pun menyerukan kepada pedagang muslim untuk tidak berdagang sesuatu yang dilarang dalam Al-Quran seperti daging babi, Khamar dan darah. Selain dilarang dalam Al-Quran mengkonsumsi barang haram pun adalah sebuah dosa.

Menjalin silatuhrahmi

Rasul mengajarkan berdagang tidak hanya soal jual dan beli. Lebih dari itu beliau mengambarkan dalam berdagang pun tetap melakukan silaturahmi. Silaturahmi dilakukan kepada konsumen dan para relasi bisnis. Silaturahmi terjalin untuk tetap mendapat kelapangan rezeki sesuai dengan perintah Allah untuk menjaga hubungan baik dengan sesama saudara seiman.

Dalam berjualan online, penjual dapat menjalin silaturahmi dengan mengirimkan pesan kepada konsumen yang pernah membeli produk anda. Cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan email atau menghubunginya secara pribadi.

Mengambil untung sewajarnya

Rasul selalu mengambil untuk sewajarnya, tidak berlebihan dalam mengambil untung. Bahkan Rasulullah pun memberitahukan keuntungannya bila ada seorang pembeli yang menanyakan berapa modal yang dikeluarkan untuk berdagang.

Menerapkan sikap berdagang yang dilakukan oleh Rasul dalam dunia daring pun harus dilakukan. Mulai dari tidak membohongi pembeli sampai dengan sistem pembayaran yang disetujui oleh kedua belah pihak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 + seventeen =