Orang tanpa gejala yang selalu merasa sehat dan tidak memiliki gejala apapun bisa saja telah terinfeksi COVID-19. Setiap orang yang terpapar virus ini memberi respon yang berbeda-beda, ada yang mengalami batuk-batuk, demam hingga sesak nafas berat atau tidak memberi respon apa-apa. Umumnya, orang tanpa gejala tubuhnya tidak memberi respon apapun hingga virus tersebut mati karena tidak berpindah dalam 14 hari kedepan.

Orang tanpa gejala banyak menjangkiti usia muda yang dianggap memiliki kekebalan tubuh yang baik dan tidak memiliki penyakit serius, sehingga antibodi yang berada ditubuhnya mampu mengalahkan virus yang masuk ke tubuh mereka.

Daya tahan tubuh yang kuat menjadi penangkal orang tanpa gejala

Memiliki tubuh yang sehat dan bugar belum tentu tidak terpapar COVID-19. Mereka masih mungkin untuk terpapar namun tidak menimbulkan gejala apapun. Karena memiliki imun yang kuat maka tubuh cukup kuat untuk menghadapi virus sehingga tidak memunculkan gejala-gejala COVID-19.

Orang tanpa gejala dapat membahayakan, karena dapat menularkan COVID-19 ke orang lain.

Para penderita atau mereka yang telah positif COVID-19 meski tanpa gejala wajib mengisolasi diri. Karena selama virus tersebut masih berada ditubuh, maka kemungkinan orang tersebut menularkan virus ke orang lain sangat besar. Maka dari itu, penting bagi semua yang tidak memiliki gejala untuk melakukan isolasi diri dengan tujuan memberi kesempatan antibody untuk mengalahkan virus.

Isolasi diri dengan melakukan istirahat dan memakan makanan bergizi turut memperkuat antibodi yang tengah berjuang mengalahakan virus yang berada ditubuh. Apabila mereka tidak melakukan isolasi diri, resiko penularan yang ia lakukan akan besar. Setiap orang yang ia temui diluar akan menjadi sebuah klaster penyebaran yang membuat semua yang melakukan kontak harus di isolasi.

Himbauan dirumah aja menjadi hal penting dalam menekan penularan COVID-19 agar tidak menularkan ke orang lain.

Himbauan dirumah aja menjadi salah satu upaya pemerintah menekan penularan COVID-19. Tidak hanya bagi yang sehat saja, tapi juga mereka yang tanpa gejala. Dengan tetap berada dirumah, kemungkinan ia menyebarkan virus sangatlah kecil.

Meskipun tanpa gejala alangkah baiknya untuk mentaati peraturan berada dirumah demi menghentikan penyebaran COVID-19. Apabila benar-benar tanpa gejala, maka virus akan mati dalam 14 hari. Namun apabila dalam masa isolasi mendadak muncul gejala, maka ada baiknya untuk menghubungi pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Selama tidak memiliki gejala-gejala tertentu yang mengarah ke COVID-19 seseorang akan mengangap jika dirinya merasa sehat dan tidak terpapar virus. Kita tidak akan pernah tahu sebelum melakukan tes yang akurat apakah kita positif atau tidak. Patuhi himbauna pemerintah merupakan kunci untuk kita turut menekan penyebaran COVID-19

Baca juga:

Physical Distancing, Cara Ampuh Tekan Penyebaran COVID-19

Atlet Terjangkiti Corona, Sehat Saja Tidak Cukup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × three =