New normal akan membuka tempat ibadah untuk memulai aktifitasnya kembali. Indonesia tengah bersiap memasuki era baru setelah pandemi Covid-19. Setelah lebih dari 3 bulan segala kegiatan harus terhenti, kini pemerintah mulai bertahap untuk memulai kenormalan baru. Aktifitas sedia kala sebelum pandemi datang akan mulai kembali dijalankan.

Rumah ibadah adalah salah satu lokasi yang terdampak atas Covid-19 setelah beberapa bulan harus ditutup. Presiden RI Joko Widodo mengunjungi masjid Istiqlal di Jakarta dalam rangka meninjau kesiapan menjelang di pemberlakuan new normal di Jakarta. Dibukanya rumah ibadah pada new normal ini memungkinkan para Jemaah dapat kembali ke rumah ibadah dan melaksakan peribadatan.

Menjelang new normal dirumah ibadah, pengetatan atas protokol kesehatan semakin giat disosialisasikan

Kenormalan baru atau new normal semakin giat disosialisasikan kepada masyarakat Indonesia. Meski belum semua kota akan serentak menerapkan new normal namun pemerintah berharap seluruh masyarakat memahami juga mengaplikasikan protokol kesehatan dalam kesehariannya. Penerapan protokol kesehatan telah dilaksanakan selama Covid-19 dan akan semakin diperketat menjelang pelaksanaan new normal.  

Tempat ibadah harus berada di lokasi yang Sudah dianggap aman dari Covid-19

Melalui surat edaran Nomor 15 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan agama di rumah ibadah di tengah pandemi corona menteri agama Fachrul Rozi menyebutkan syarat tempat ibadah diperbolehkan untuk membuka kembali yaitu Kawasan dirumah ibadah telah terbukti aman dari Covid-19. Atas surat edaran tersebut, tempat ibadah wajib memiliki surat keterangan aman dari ketua gugus tugas provinsi, kabupaten, kota, atau kecamatan sesuai dengan tingkatannya.

Hanya di isi 40% dari total kapasitas tembat ibadah.

Rumah ibadah dilarang untuk diisi penuh oleh seluruh Jemaah. Pemerintah telah menetapkan hanya membolehkan maksimal 40% Jemaah yang diperbolehkan masuk dari kapasitas maksimal dari rumah ibadah tersebut. Penerapan 40% bertujuan untuk tidak membuat jarak antar jamaah tidak dalam keadaan berdesak-desakan sehingga dapat memenuhi aturan protokol kesehatan.

Baca juga: New Normal, Protokol Kesehatan Menjadi Kunci

Penerapan protokol kesehatan yang ketat saat new normal

Bagi rumah ibadah yang telah memulai kembali kegiatannya, diwajibkan untuk melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan ditempat ibadah adalah seperti jaga jarak antar jamaah, semua orang wajib menggunakan masker, membawa sendiri sajadah, dan pihak tempat ibadah wajib serta menyediakan tempat mencuci tangan. Selain protokol kesehatan, para jamaah pun wajib memastikan dirinya dalam keadaan sehat dan tidak sedang mengidap penyakit apapun saat menuju ke tempat beribadah.

Pembukaan rumah ibadah saat kenormalan baru menjadi kebahagiaan bagi umat beragama. Seiring dengan menurunnya angka penularan Covid-19, masyarakat telah dapat kembali menjalankan ibadah dari rumah ibadah. Penerapan protokol kesehatan yang ketat pun diharapkan mampu menjaga semua yang hadir ke rumah ibadah untuk menjalankan ibadahnya secara khusyuk dan tanpa rasa khawatir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + thirteen =