Pandemi corona menjadi Wabah penyebaran yang terjadi saat ini di dunia nyatanya membuat semua orang harus berada dalam tempat tinggalnya masing-masing. WHO sebagai Lembaga kesehatan dunia menyarankan negara-negara yang terdapat wabah COVID-19 untuk menghentikan sementara melakukan kegiatan-kegiatan dalam keramaian. COVID-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan pada Desember lalu merupakan virus yang mampu menyebar sangat cepat melalui kontak fisik dari seseorang yang menderitanya. Atas Epidemi ini maka dari itu WHO menerapkan Physical Distancing, cuci tangan dan menggunakan masker bila sedang sakit dalam keseharian untuk menghentikan atau mengurangi resiko penularan penyakit ini.

Saat ini pemerintah di negara-negara yang terjangkiti virus ini mulai menerapkan kebijakan Lockdown. Ada yang sepenuhnya menerapkan lockdown, ada juga yang tidak sepenuhnya. Seperti di Indonesia, Jakarta khususnya para pelajar dan pekerja kantoran sudah mulai tidak diwajibkan bekerja dari kantor. Para pekerja mulai diwajibkan bekerja dari rumah, dan anak sekolah pun mulai belajar tidak dari sekolah. Apabila dalam kondisi mendesak baru diperbolehkan untuk keluar rumah, jika tidak disarankan untuk tetap berada di dalam rumah.

Pandemi Corona nyatanya membawa perubahan situasi lingkungan yang membaik

Terjadinya pengurangan orang yang keluar dari rumah memberi dampak pada lingkungan. Bumi yang telah lelah ini akhirnya melakukan pembersihan secara langsung selagi tidak banyak manusia beraktifitas. Berkurangnya kendaraan yang bergerak membuat polusi menjadi berkurang. Emisi gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor kini mengalami pengurangan yang signifikan. Kualitas udara membaik seiring semakin sedikitnya kendaraan yang berjalan. Beberapa tangkapan gambar dari seluruh dunia membuktikan jika lingkungkan mulai memperbaiki diri dengan berkurangnnya aktifitas manusia dengan caranya sendiri.

Perbaikan kualitas udara Jakarta

Manusia sebagai penghuni bumi menghasilkan polusi dari berbagai macam industri dan mempengaruhi keadaan udara dan bumi. Polusi berasal dari kendaraan dan juga pabrik-pabrik yang mengeluarkan asapnya melalui cerobong secara bebas ke udara.

Jakarta yang telah melewati dua minggu masa Work From Home atau WFH pun turut menyumbang kebaikan bagi bumi. Dikutip dari AirVisual pada 27 Maret lalu, Jakarta menjadi kota ke-25 yang memiliki kualitas udara yang tidak baik. Air Quality Index Jakarta tercatat di angka 89 atau sedang. Peningkatan ini jelas terjadi karena berkurangnya volume kendaraan yang berada di jalan karena aktifitas yang mulai dibatasi.

Cuaca hujan yang juga kerap menguyur ibukota juga memberi dampak terhadap perbaikan kualitas udara Jakarta. Hujan yang kerap turun dengan intensitas sedang juga memberi pengaruh terhadap perbaikan kualitas udara.

Baca juga: Virus Corona Datang, Berikut Langkah Antisipasinya

Ekosistem yang mulai memperbaiki diri

Tidak hanya di Jakarta, negara yang menerapkan lockdown pun mendapat dampak perbaikan lingkungan dari penerapan lockdown di negaranya masing-masing. Seperti di Italia dalam sebuah tangkapan foto terlihat dimana Kanal Venice yang kerap dikunjungi oleh para wisatawan kini terlihat bersih dan beberapa hewan air bisa terlihat jelas seiring tidak diperbolehkannya orang keluar rumah dan tidak adanya wisatawan yang berkunjung.

Pandemi Corona Dan Lingkungan Yang Membaik
sumber: NurPhoto/NurPhoto/NurPhoto via Getty Images

Sebuah tangkapan gambar dari NASA juga menampilkan penurunan atas polusi yang terjadi di kota Wuhan. Terjadi perbedaan yang sangat signifikan terhadap polusi udara pada awal tahun 2019 dimana belum terjangkit virus Corona yang menyebar dengan saat ini setelah COVID-19 ini menjadi pandemi dunia.

Pandemi Corona nyatanya tidak hanya membawa hal negatif tapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan. Bumi yang selama ini telah dipenuhi oleh polusi-polusi dari kegiatan keseharian manusia kini telah mampu memperbaiki diri untuk memberi kebersihan udara yang memberi kesehatan bagi manusia yang hidup di dalamnya.

Baca juga: Obat COVID-19 Belum Berlabel halal? Begini Hukumnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + seven =