Atlet Cricket beragama Islam menolak menyematkan logo merek alkohol dalam pakaiannya. Islam telah melarang keras segala makanan dan minuman yang telah diharamkan untuk dikonsumsi ataupun digunakan. Pelarangan tersebut bukan tanpa alasan, Allah SWT telah menciptakan segala makhluk hidup di dunia ini dengan manfaatnya masing-masing.

Selain hewan yang dilarang dikonsumsi ada juga minuman alkohol. Minuman beralkohol merupakan minuman yang dilarang keras untuk dikonsumsi karena bisa membuat seseorang yang meminumnya tidak sadarkan diri dan secara medis pun merusak kesehatan.

Tim olahraga professional kerap menggunakan sponsor dari alkohol dan menyematkannya pada pakaian tim.

Besarnya peminat alkohol di negara-negara mayoritas non-muslim membuat banyak perusahaan pembuat minuman beralkohol di dunia. Para perusahaan minuman beralkohol ini tidak jarang mensponsori tim-tim olahraga professional untuk mendongkrak ketenaran perusahaannya.

Dalam dunia olahraga penggunaan sponsor sudah dilakukan diseluruh ajang olaraga. Tidak terkecuali tim olahraga cricket. Cricket adalah olahraga yang popular di negara persemakmuran Inggris. Seperti, Afrika Selatan, India, Pakistan, dan lain lain.

Baca juga: Olahraga bagi umat muslim, sunnah dari Rasulullah SAW

Sebagai pemilik modal, pemberian sponsor kepada satu tim professional juga dibarengi oleh penyematan logo perusahaan sponsor dalam pakaian tim. Penyematan tersebut adalah bagian dari timbal balik yang ditim berikan kepada sponsor. Beragam perusahaan dapat memberikan sponsor dan menyematkan nama perusahaannya dalam pakaian tim.

Atlet cricket menolak menggunakan logo Alkohol dalam pakaiannya

Ternyata dalam olahraga cricket ada beberapa atlet yang menolak untuk penyematan merek produk haram seperti alkohol dalam pakaiannya. Berikut ini adalah para atlet yang menolak logo alkohol dalam pakaian mereka.

Hashim Amla dan Imran Tahir

Kedua atlet Cricket asal Afrika Selatan ini merupakan atlet beragama Islam. Keduanya menolak menyematkan logo perusahaan alkohol “Castle” dalam jersey mereka. Diketahui “Castle” adalah perusahaan alkohol wine terbesar di Afrika Selatan yang juga menjadi sponsor bagi tim nasional mereka. Selain Hashim Amla dan Imran Tahir pemain lain tetap menggunakan pakaian yang disematkan logo perusahaan alkohol tersebut.

Demi menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim, Hashim Amla menolak menyematkan logo “Castle” dalam pakaiannya. Amla mengungkapkan rela tidak menerima bayaran karena tidak menyematkan logo sponsor alkohol di jerseynya. Pemain yang telah pensiun pada 2019 lalu ini telah mengungkapkan bahwa ia tidak ingin turut mempromosikan produk alkohol tersebut.

Madhya Pradesh pacer Avesh Khan dan Iqbal Abdulla

Dua atlet asal India ini juga menolak menyematkan logo perusahaan bir dalam pakaiannya. Kedua pemain tersebut menolak untuk turut mempromosikan minuman alkohol dalam kegiatan olahraga melalui tim yang dibelanya masing-masing.

Meskipun tidak semua tim memiliki sponsor minuman alkohol namun tim professional Cricket menghargai keputusan para pemain tersebut untuk menolak penggunaan logo minuman alkohol dalam pakaiannya. Umat Islam telah memiliki pegangan teguh untuk tidak turut mengkonsumsi dan mempromosikan barang yang dilarang tersebut.

Keputusan yang diambil oleh para atlet tersebut harus diapresiasi dan juga seharusnya diikuti oleh para olahragawan muslim lainnya. Tidak hanya atlet Cricket tapi seluruh cabang olahraga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 5 =