Beberapa kejadian kerap menghampiri saat seorang atlet menggunakan hijab dalam sebuah event olahraga berskala dunia. Banyak yang menyayangkan bahwa penggunaan hijab kerap dianggap sesuatu yang dapat membahayakan seorang atlet dalam dunia olahraga. Padahal hijab adalah sebuah identitas bagi wanita muslim.

Hijab dalam pertandingan olahraga dianggap sebagai penutup kepala. Sebagai Penutup kepala hijab selalu dihadapakan dengan faktor keamanan bagi sang atlet. Beberapa olahraga bela diri menganggap penggunaan pelindung kepala justru dapat membahayakan bagi sang atlet, penggunaan hijab dianggap bisa membuat cidera leher bagi sang atlit ataupun sang lawan dapat menarik hijab yang mampu membahayakan si atlit sendiri.

Pelarangan penggunaan hijab dalam pertandingan olahraga diskualifikasi terhadap seorang atlet

Dalam perjalanannya, beberapa atlet harus merasakan pahitnya terkena larang bertanding karena menggunakan hijab. Pelarangan bertanding tersebut otomatis membuat para atlet tersebut terkena diskualifikasi karena dianggap melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh induk organisasi dunia olahraga tersebut.

Baca juga: Noore Baju Olahraga Muslimah Buatan Indonesia

Pelarangan penggunaan hijab dalam ajang olahraga berdampak pada tidak dapat tampilnya seorang atlet atau sebuah tim dalam cabang olahraga tertentu. Ketentuan untuk tidak menggunakan hijab atau penutup kepala sebenarnya bisa dinegosiasikan dengan para atlet bila bersedia untuk melepas hijabnya dan melanjutkan pertandingan, namun dalam kenyataannya atlet lebih memilih untuk terkena larangan bertandingan dibanding harus melepas hijabnya.

Tidak hanya kepada kepada atlet Indonesia, pelarangan penggunaan hijab juga dirasakan oleh para atlet yang berasal dari Qatar dan Arab Saudi.

Atlet Indonesia dari cabang olahraga Judo harus terkena pahitnya diskualifikasi karena menolak untuk melepas hijabnya sebelum bertanding. Atlet Judo tersebut memilih untuk tidak melepas hijabnya karena tidak ingin auratnya terlihat oleh lawan jenis. Namun, para juri tetap tidak mengizinkannya untuk tampil karena harus mengikuti aturan serta prosedur yang telah ditetapkan.

Tidak hanya atlit judo asal Indonesia yang terkena diskualifikasi karena penggunaan hijab. Tapi juga pelarangan kepada atlit asal Qatar pada cabang olahraga bola basket. Berdasarkan regulasi FIBA sebagai induk organisasi bola basket seluruh dunia melarang penggunaan penutup kepala, aksesoris rambut dan perhiasan dalam sebuah pertandingan bola basket.

 Sama dengan Arab Saudi yang memilih untuk menarik atlitnya dari cabang olahraga judo dan lari karena pelarangan penggunaan hijab dalam olahraga tersebut. Arab Saudi pun akan memberikan penutup kepala khusus bagi para atlit Arab Saudi agar tetap bisa menutup auratnya saat berlaga dalam ajang olahraga.

Meski mendapat pelarangan dalam beberapa olahraga tertentu, nyatanya pelarangan hijab dalam pertandingan olahraga tidak dipermasalahkan dalam semua olahraga masih banyak pula olahraga yang memperbolehkan mereka wanita muslim tetap menggunakan hijab demi menutup aurat mereka. Selain itu, sudah banyak penyedia alat olahraga yang menciptakan inovasi hijab khusus untuk olahraga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five + 11 =