Pemasaran ala rasulullah, kegiatan pemasaran merupakan hal umum yang kerap dilakukan dalam menjalankan sebuah bisnis. Pemasaran mendorong hadirnya produk kita dipasaran, khususnya di target pasar yang kita tuju. Pemasaran tidak hanya sekedar memperkenalkan produk kita ke khalayak banyak dengan strategi jitu yang kita lakukan tapi juga menawarkan solusi atas sebuah kerisauan atau kegelisahan akan sesuatu. Dengan pemasaran, produk akan diminati dan terjadilah transaksi.

Rasulullah dikenal sebagai pedagang ulung yang mampu menjual barang dagangannya dengan baik. Memiliki adab serta etika yang baik membuat Rasul disegani dan memiliki banyak pelanggan setia. Tidak melakukan sesuatu yang merugikan konsumen menjadi kunci Rasul dalam melakukan pemasaran dalam berdagang.

Kejujuran adalah kunci utama dalam pemasaran ala Rasulullah

Rasul selalu mengedepankan kejujuran dalam berdagang. Etika kejujuran yang diterapkan menjadi sebuah persepsi akan pribadi Rasul yang patut dicontoh. Kejujuran ini akan membangun persepsi kepada pembeli, pembeli akan mempercayai seorang pedagang yang jujur saat berdagang. 

Mengedepankan akhlak yang mulia turut membawa seorang pedagang menunjukkan sifat-sifat teladan saat menjajakan barang dagangannya. Memilki akhlak yang baik akan menghadirkan cara berjualan yang juga baik dan beretika.

Tidak menjajikan sesuatu yang berlebihan

Konsep pemasaran lainnya yang dilakukan adalah tidak menjanjikan sesuatu yang berlebihan kepada konsumen. Kadang pemasar berjanji akan memberikan sesuatu tambahan kepada konsumennya karena ingin atau telah membeli suatu produk. Namun, Rasul melarang melakukan ini jika tidak benar-benar bisa memberinya.

Baca juga: Marketplace Halal kembangkan UMKM Halal

Selain menjanjikan sesuatu yang berlebihan, Rasul pun melarang berdagang dengan dengan bersumpah. Bersumpah akan membuat produk dagangan laku namun menghilangkan keberkahan (HR Muslim)

Mempromosikan barang sesuai dengan kondisi barang

Kegiatan pemasaran akan berjalan bila sang penjual melakukan promosi. Mengikuti ajaran Rasul, seorang penjual yang terlibat dalam sebuah perniagaan dilarang mempromosikan sebuah barang secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kondisi barangnya demi mendapat untung lebih.

Dengan menunjukkan kondisi barang yang sesungguhnya kepada calon pembeli merupakan salah satu yang biasa Rasul lakukan saat berdagang. Rasul tidak segan benar-benar menunjukkan kondisi barang yang dijualnya kepada calon pembelinya.

Rezeki sudah diatur oleh yang maha kuasa. Tidak lah perlu menambahkan ataupun mengurangi keuntungan yang harus diambil tapi tidak mendapat ridho Allah SWT. Jadilah pedagang layaknya Rasulullah yang mencontohkan adab-adab orang beriman semasa hidupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × three =