Physical distancing anjuran WHO yang harus dilakukan demi menahan laju penyebaran COVID-19. Istilah ini diberlakukan sejak WHO menyatakan wabah virus Korona adalah Pandemi dunia. Physical Distancing atau menjaga jarak antar manusia merupakan salah satu cara WHO menekan peredaran virus yang semakin meluas.

Pandemi Korona dapat menular melalui droplet atau virus yang keluar dari penderita yang positif dan mengarah langsung ke orang lain atau menempel disuatu benda. Penerapan jaga jarak ini diharapkan mampu menahan penyebaran bila ada yang orang positif sedang batuk ataupun bersin. Mereka yang menjaga jarak dengan penderita diharapkan tidak tertular karena menerapkan jarak aman denga penderita.

Physical Distancing menjaga jarak antar manusia, berada diradius 1 sampai 2 meter dengan orang lain.

Penerapan physical distancing berdasarkan seberapa virus yang keluar melalui hidung atau mulut bisa menjangkau orang lain. Para ahli mengatakan Jangkauan tersebut adalah hingga 80 cm dari mereka yang bersin atau batuk. Maka asumsi terbaik jarak antar manusia adalah sekitar 1 hingga 2 meter.

Penerapan menjaga jarak ini dipercaya mampu menekan kurva penyebaran COVID-19. Semakin banyak orang yang tidak melakukan interaksi dan berkumpul maka semakin kecil juga kemungkinan penyebaran virus ke orang lain.

Melakukan kegiatan yang tidak mengundang banyak orang demi physical distancing

Salah satu cara menerapkan physical distancing adalah dengan tetap berada dirumah. Perintah lockdown yang dilakukan di Wuhan memberi dampak penekanan penyebaran virus. Dengan tidak berkumpul, maka kesempatan virus hidup dan menular ke orang lain mengecil. Karena virus apabila tidak masuk ke tubuh manusia akan mati dalam beberapa jam saat di udara atau benda yang menepel.

Tetap berada dirumah

Himbauan ini juga diberlakukan pemerintah kepada masyarakat. Dengan tetap berada dirumah, maka virus sulit menemukan rumah baru. Mereka yang berada dirumah akan lebih aman karena tidak melakukan kontak ke banyak orang kecuali keluarga.

Resiko penularan pun semakin kecil selama keluarga dirumah tidak mengalami gejala-gejala yang mengarah ke COVID-19. Selain itu, tetap berada dirumah juga diharapkan dapat menekan penyebaran virus karena mengurangi resiko bertemu orang diluar yang sekiranya telah mengidap penyakit menular ini.

Menghindari keramaian

Berada dikeramaian membuat kita memiliki resiko untuk dapat tertular virus Korona. Jika dalam keramaian ada yang telah terinfeksi virus ini, maka akan membuat sebuah klaster yang membuat semua orang disekitar orang yang telah terinfeksi harus waspada. Gejala tidak akan langsung muncul saat itu juga, tapi ada 14 hari hingga virus tersebut memberi respon dalam tubuh kita. Untuk sementara waktu menghindari keramaian merupakan salah satu penerapan Physical Distancing yang ampuh.

Tidak berjabat tangan

Melakukan jabat tangan merupakan hal yang umum dilakukan saat bertemu orang lain. Jabat tangan merupakan salah satu cara virus dapat berpindah. Untuk menghentikannya sementara waktu untuk tidak melakukan jabat tangan dengan siapapun.

Tangan merupakan media untuk menyentuh sesuatu termasuk organ pintu masuknya virus ke tubuh kita seperti hidung, mulut dan mata. Maka dari selain tidak melakukan jabat tangan, kita juga disarankan untuk sering kali mencuci tangan.

Dengan menerapkan physical distancing, diharapkan mampu menekan penyebaran virus Korona. Semakin sedikitnya orang berkumpul dan berkerumun maka, virus tidak akan menemukan rumah barunya dan akan mati dengan sendirinya. Yuk, kita mengikuti anjuran demi menghentikan segala penyebaran dan penularan virus COVID-19.

Baca juga:

Makanan Halal, Solusi Gizi Terbaik Selama Pandemi

Kerja DiHotel? Solusi Bosan Kerja Dirumah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 − two =