Potensi makanan halal untuk di ekspor ke negara muslim lainnya. Potensi berkembangnya makanan halal semakin besar dengan semakin menggeliatnya industri halal dunia. Permintaan akan makanan halal tidak hanya berasal dari dalam negeri tapi juga berasal dari berbagai negara muslim lainnya. Besarnya pasar untuk industri halal mendorong semakin banyak produsen makanan asing dan dalam negeri yang berekspansi dalam melebarkan sayapnya ke pasar yang lebih besar.

Pemberian label halal terhadap makanan tidak serta merta melihat dari hasil jadi makanannya saja. Tapi rantai distribusi bahan makanan pun menjadi perhatian. Rantai bahan baku makanan dari penyediaan bahan baku seperti penyembelihan hewan secara agama menjadi rantai paling bawah yang dijadikan pertimbangan dalam penentuan label halal.

Peraturan label halal mencakupi distribusi bahan baku yang digunakan sampai makanan tersebut terkemas apik untuk dijual dipasaran. Panjangnya rantai nilai yang dilalui sebuah produk ini mendorong pemberian label halal harus diseleksi dengan sangat detail. Apabila telah memiliki label halal ini, konsumen yang besar telah menanti dipasar lokal dan juga pasar asing yang kini semakin gencar dalam mencari produk halal.

Baca Juga: ISEF 2019 Memacu Industri Halal Indonesia

Potensi makanan halal, kesadaran umat muslim semakin memperhatikan apa yang dikonsumsinya. Makanan halal menjadi perhatian utama umat muslim.

Meski terkesan sulit namun potensi besar akan makanan halal amatlah besar. Menurut laporan Ekonomi Islam GLobak 2019/2020 permintaan akan makanan halal akan meningkat seiring dengan banyaknya permintaan, diperkirakan pada tahun 2020 nanti industri makanan halal dunia akan tumbuh 6,3 % mencapai $ 1,97 triliun sampai tahun 2024 nanti.

Potensi besar untuk negara muslim mengekspor produk halal

Indonesia meski terhitung sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia, nyatanya belum mampu menjadi 10 besar ranking indicator ekonomi Islam Global dalam hal makanan halal. Kesepuluh negara yang masuk menjadi 10 besar negara tersebut adalah Iran, Turki, Brunei, Oman, Pakistan, Sudan, Australia, Brazil, Malaysia dan UEA. Negara tersebut mampu memanfaatkan ekspor produk halal ke negara muslim untuk juga mengangkat pendapatan negara.

Laporan Ekonomi Islam Global 2019/2020 juga menyebutkan jika pada 2020 nanti aka nada enam sektor yang cukup hangat akan bertumbuh dalam dunia bisnis industri halal ini. Keenam sektor tersebut adalah bahan makanan halal, makanan ternak halal, teknologi makanan halal, makanan & snack berbasis daging, konsep retail dan E-commerce produk halal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 + two =