PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar mulai diterapkan di Ibukota, Jakarta mulai dari tanggal 10 April sampai 20 April mendatang. Pembatasan Sosial ini dapat diberlakukan setelah Menteri Kesehatan Bapak Terawan meyetujui Jakarta sebagai pusat epidemi COVID-19 di Indonesia ini untuk menjalankan PSBB yang berarti pergerakan orang di Jakarta akan dibatasi dan pemerintah akan membuat peraturan guna mendukung pembatasan tersebut.

Tujuan utama dalam PSBB adalah menghentikan penyebaran virus COVID-19 yang semakin menjangkiti semakin banyak orang di Indonesia. Pemberlakuan PSBB diharapkan dapat menekan penyebaran dengan meminta orang yang biasanya melakukan kegiatan di Jakarta menghentikan sementara seluruh kegiatannya dan berdiam diri dirumah sementara waktu.

Berbeda dengan lockdown, PSBB masih memperbolehkan orang beraktifitas namun diatur dalam peraturan gubernur.

Meski tidak sepenuhnya menghentikan segala kegiatan, Pemberlakuan PSBB membuat para orang yang kerap melakukan aktifitas untuk sementara waktu mengurangi bahkan menghentikan kegiatannya. Seperti para pekerja yang mencari rejeki di ibukota dan para pelajar yang setiap harinya menuntut ilmu di sekolah atau kampus.

Pemerintah berharap masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah selama PSBB. Pemerintah menganjurkan untuk para pekerja bekerja dari rumah dan para pelajar juga mahasiswa tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari rumah.

Pengurangan aktifitas ke Jakarta bukan membatasi orang yang ingin masuk ke Jakarta

Pemerintah daerah DKI Jakarta menghimbau untuk tetap berada dirumah selama PSBB bukan berarti melarang orang untuk masuk ke ibukota. Masyarakat masih diperbolehkan untuk masuk ke ibukota namun dengan peraturan yang ketat.

Peraturan perketatan untuk masuk ke ibukota dimaksudkan untuk menekan masuknya orang ke Jakarta. Kendaraan pribadi maupun transportasi publik masih diperbolehkan untuk masuk ke Jakarta dengan beberapa catatan. Seperti menggunakan masker dalam kendaraan, menjaga jarak antar penumpang dalam kendaraan, membatasi kapasitas penumpang dalam kendaraan dan pemberlakuan waktu tertentu untuk kendaraan umum.

Untuk tidak menghentikan ekonomi selama PSBB beberapa sektor usaha masih diperbolehkan bekerja ke kantor

Pemberlakuan PSBB jelas berdampak pada hampir semua sektor usaha. Semua usaha yang melibatkan para pekerja untuk bekerja dari kantor kini harus menerapkan kerja dari rumah. Semua sektor usaha diwajibkan mengikuti peraturan gubernur untuk menerapkan work from home.

Namun, beberapa sektor usaha masih diperbolehkan untuk menjalankan kegiatan bekerjanya dari kantor. Seperti layanan keuangan & perbankan, asuransi, kebutuhan pangan, media, telekomunikasi, energi, logistik, dan jasa angkutan umum. Sektor usaha tersebut masih diperbolehkan untuk berjalan namun harus menerapkan protokol tertentu seperti pembatasan pekerja dan juga menjaga jarak antar pekerjanya selama berada dikantor

Pemberlakuan PSBB diharapkan dapat menghentikan penyebaran COVID-19 di Jakarta. Pemerintah mengharapkan dari pembatasan sosial ini mampu mengendalikan penyebaran virus ini. Semoga Pembatasan sosial yang akan dilaksanakan selama dua minggu ini tidak diperpanjang dan juga dapat menghentikan penyebaran virus Corona.

Baca juga:

Langkah Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Adzan Berkumandang Di Eropa Demi Solidaritas Melawan Corona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 3 =