Toko Halal Menyediakan Kostoom “Penjahit Online”, startup atau perusahaan rintisan yang menggagas layanan penjahit melalui sistem online atau daring.

Toko Halal Menyediakan Kostoom “Penjahit Online”, Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Kostoom, Putri Yulia, mengaku terinspirasi membuat bisnis jasa layanan jahit online saat melihat realita kehidupan penjahit rumahan di era digital.

Lahir dari seorang ibu yang berprofesi sebagai penjahit, Putri berempati melihat kecilnya upah yang didapat penjahit rumahan. Padahal, menurut dia, seorang penjahit seharusnya memiliki penghasilan di atas rata-rata. Sebab, faktanya, semua orang memakai baju.

“Kostoom, sebuah layanan jahit online dengan konsep economy sharing, yang menghubungkan beberapa penjahit di Indonesia dengan customer yang membutuhkan. Cara kerjanya mudah, pelanggan yang membutuhkan jasa jahit-menjahit, bisa menghubungi website Kostoom (www.kostoom.com) atau berkonsultasi melalui WhatsApp.

Baca Juga : https://blog.etokohalal.com/tokohalal-menyediakan-arane-batik-ecoprint/

Toko Halal Menyediakan Media Online E-Funding

eFunding adalah media online yang menghubungkan para pengusaha UMKM yang membutuhkan modal untuk pengembangan bisnis, dengan para investor yang memiliki dana untuk diinvestasikan , efunding merupakan media investasi yang revolusioner karena mengusung pengembangan UMKM yang mandiri dan berdaya.

Didirikan sejak tahun 2016, dampak social yang telah diberikan antara lain menyalurkan dana lebih dari Rp 1 Milyar untuk pengembangan bisnis UMKM ,efunding telah membantu meningkatkan inklusi keuangan kepada para unbanking dan underbank karena segmen penyaluran UMKM efunding adalah sector UMKM yang belum pernah mendapatkan akses permodalan.

Toko Halal Menyediakan My Knitted Indonesia

Dewi Arum Muqaddimah (27) membuka bisnis industri kreatif di bidang rajut handmade yang diberi nama My Knitted Indonesia. Dewi mengatakan, tujuan utamanya membuat usaha ini ialah untuk melestarikan budaya rajut sebagai produk buatan Indonesia selain mencari pendapatan. Dia juga ingin membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Selain itu, dia merasa produk rajutan yang dihasilkan neneknya terkesan lawas sehingga jarang anak muda yang menggunakan produk rajutan dalam fashion sehari-hari. Usaha yang digelutinya sejak tahun 2010 kini telah memproduksi banyak produk seperti wedges, sandal, kaos kaki, baju, sweater, syal, tempat tisu, taplak, dan produk unggulannya, yaitu sepatu rajut dengan kisaran harga dari Rp 35.000 hingga Rp 1 juta. Ide sepatu rajut muncul dari sang pemilik usaha karena selama ini masih jarang dijumpai di pasar. Lebih banyak sepatu rajut untuk bayi dan anak-anak. Kemudian Dewi terus berinovasi membuat sepatu rajut dengan mengombinasikan kain batik. Tak mudah bagi Dewi untuk membuat sepatu rajut berkualitas jempolan. Awalnya, Dewi merasakan sulitnya mencari kombinasi sol yang tepat untuk sepatu rajut miliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 − seven =