Korona atau Covid 19 merupakan virus yang belakangan ini mencekam seluruh warga dunia. Seluruh warga dunia seolah meyakini bahwa Korona telah menjadi pandemi dunia. Semua negara telah melaporkan korban warga negaranya yang terjangkit virus korona. Tidak terkecuali Indonesia. Meskipun hingga turunan ini ditayangkan, telah diamini terdapat empat orang berkeangsaan Indonesia. Keberadaan mereka merupakan bagian dari 78 anak buah kapal pesiar Diamond Princess Cruise. Dimana cruise tersebut saat ini masih berada di Jepang. Angka tersebut seolah mengamini bahwa virus Korona telah menjadi pandemi Dunia. Setelah sebelumnya pemerintah Indonesia memastikan, bahwa semua warga Indonesia yang kembali dari Wuhan, dan telah mengikuti proses observasi di Pulau Natuna dinyatakan sehat. Bebas dari virus Corona Covid-19.

Kontroversi Corona Covid-19 di Indonesia

Sejumlah praduga banyak diterbitkan. Salah satunya adalah praduga dari unsur cuaca dan alam. Menjadi faktor pemicu ketahanan Indonesia dari Virus Corona Covid-19. Namun demikian, nada sinis terhadap keberadaan Indonesia yang masih bebas Corona Covid-19 menuai banyak kontroversi. Standard kesehatan yang meragukan dan tidak terdeteksi nya virus akibat minimnya infrastruktur kesehatan, menjadi praduga negatif keberadaan virus Corona Covid-19 di Indonesia. Meskipun hal tersebut telah dibantah keras oleh Menteri kesehatan RI Terawan Agus Putranto. Tidak segan Menkes juga meminta pihak Harvard University untuk melakukan penelitian di Indonesia. Alih-alaih membantah. Pernyataan Marc Lipstich, seorang peneliti epidemiologist Harvard TH Chan School dijawab Menkes Agus dengan undangan kepada Harvard untuk hadir, melihat atau melakukan penelitian langsung di Indonesia. Bahkan yang menarik dibahas dari sisi religius, Menkes menyatakan faktor Do’a yang menyebabkana Indonesia masih bebas Virus Corona.

baca juga : Menkes: Indonesia Bebas Virus Korona Berkat Doa

Doa menjadi alasan terhambatnya penyebaran

Pernyataan yang disampaikan Menkes dihadapan perwakilan WHO di Indonesia, menyatakan bahwa doa menjadi salah satu penangkal Corona Covid-19 di Indonesia. Do’a dan menagndalkan keberadaan Tuhan YME menjadi jawaban jitu bagi ketahanan Indonesia. Rasionalitas standar kesehatan sudah dilakukan, dan doa memang menjadi penangkal pendapat sinis dunia untuk Indonesia. Alasannya, selain Indonesia adalah negara yang berketuhanan yang maha esa. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Sebagaimana dalam sila pertama Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa. Mayoritas masyarakat Indonesia yang merupakan umat muslim memiliki kecendrungan taat menjalankan ajaran agama dalam kehidupan kesehariannya. Tidak terkecuali dengan penganut agama lainnya. Tuntunan yang dijalankan umat muslim diantanya:

1. Kebiasaan Berdoa Sebelum dan Sesudah Makan

Indonesia adalah masyarakat yang dapat dikategorikan taat beragama. Salah satu kondisi pembeda dengan negara lainnya, keberadaan mushola-mushola di sejumlah mall premium di Jakarta, khususnya. Di setiap waktu shalat selalu menjadi tempat yang dipadati. Tentu saja , dalam urusan lainnya, Keimanan menjalankan aktivitas berdasarkan unsur keimanan juga dilaksanakan. Seperti ajaran untuk selalu mengawali prosesi makan dengan doa. Bahkan selesasi makan, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak lupa kembali membaca doa.

baca juga : Doa sebelum dan sesudah makan

2. Kebiasaan Hanya Mau Makan Makanan Halal

Hal lain yang bisa kita temui, muslim di Indonesia sangat sensitif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsinya. Sebagimana informasi berkembang, Virus Corona Covid-19 berasal dari aktivitas pasar di Wuhan. Kebebasan menkonsumsi segala jenis makanan dari mahluk hidup yang ditemui di lingkungan sekitar, menjadi alasan pemicu tumbuh berkembangnya virus yang menjadi endemis tersebut. Tidak demikian hal nya dengan adab makan yang diajarkan dalam Isalm. Islam hanya memerintahkan untuk makan makanan halal. Bahkan perintah itu disampaikan untuk semua manusia. Al Quran menyuratkan dalam surat Al Baqoroh ayat 168 :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ yang artinya

Wahai sekalian manusia, makanlah oleh mu makanan dari apa yang ada di muka bumi, yang halal dan baik dan janganlah kamu mengikuti jalan syaitan, sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata.

Selain itu keunikan yang terlihat di masyarakat Indonesia. Tidak segan jika harus berpergian ke luar negeri, membawa logistik makanan Indonesia. Sebagai alasan kehati-hatian. Seperti membawa rendang, teri balado, dan lainnya. Untunglah, saat ini informasi yang mudah diakses memudahkan keberadaan restaurant halal disejumlah negara mudah diperoleh. Sehingga, tak heran juga, keberadaan sertifikasi halal di Indonesia menjadi prasyarat utama maju atau mundurnya perusahaan produsen makanan. Bonus dari upaya ini, Virus Corona Covid-19, belum dapat dinyatakan keberadaannya di Indonesia.

baca juga : Virus Corona Wabah Yang Berasal Dari Hewan Haram

3. Kebiasaan Selalu Mencuci Tangan dan Wajah

Hal lain yang diajarkan dalam Islam adalah mencuci tangan. Minimal umat Islam Indonesia lima kali mecuci tangan dalam sehari. Bahkan di setiap kali nya dirukunkan dibasuh berulang sampai tiga kali. Artinya sedikitnya, dalam sehari umat Islam membasuh tangannya minimal lima belas kali. Meskipun rutinitas ini hanya disadari untuk prasyarat saat melaksanakan sholat. Dimana harus diawali dengan wudhlu. Rukun wudhlu yang pertama sebelum berkumur dan mencuci hidung adalah dengan terlebih dahulu mecuci tangan. Belum lagi saat mereka akan memulai makan. Sebagaimana saat mencuci muka, rukun wudhlu adalah membasuh atau mencuci wajah. Mencuci muka juga dilakukan sebanyak minimal lima belas kali dalam sehari. Tidak heran kebutuhan kosmetik untuk muslimah juga lebih tinggi dari perempuan pada umumnya. Karena setiap habis berwudhlu, kosmetik yang dibutuhkan wajahnya, dibutuhkan untuk kembali teraplikasi. Semua kebiasaan ini dilakukan tanpa beban tuntutan. Melainkan merupakan suatu tuntunan kehidupan keseharian.

Baca juga : How is Ablution Good For Health

4. Kebiasaan Doa Saat Bersin

Tuntunan Bersin dalam Islam diceritakan dalam riwayat hadist nabi Muhammad S.A.W

Kebiasaan berdoa saat bersin dan mendoakan orang bersin juga merupakan tuntunan dalam islam. Bahkan doa orang yang mendoakan, dijawab kembali oleh orang yang bersin. Hal ini dilakukan, karena bersin merupakan nikmat yang harus disyukuri dengan Doa. Karena itu lafadz Alhamdulillah yang berati segala puji bagi Allah, menjadi doa pertanda syukur nikmat jika seorang muslim bersin. Dalam hadist diriwayatkan bagaimana Nabi Muhammad S.A.W mengajarkan adab bersin. Salah satu riwayat hadist tersebut sebagaiamana berikut :

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَلْيَقُلْ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ وَيَقُولُ هُوَ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah bin Abu Salamah dari Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian bersin hendaklah mengucapkan ‘AL HAMDULILLAH ALA KULLI HAL (Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan). Dan hendaklah saudaranya atau temannya mengucapkan YAHAMUKAALLAHU (semoga Allah merahmatimu), lalu ia ganti mengucapkan YAHDIKUMULLAHU WA YUSHLIHU BALAKUM (semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaanmu).”

Tuntunan ini juga yang menyadarkan kita betapa perintah Allah begitu tulus untuk menuntun umatnya. Sehingga patutlah jika Keberadaan Virus Corona Covid-19 berhadapan dengan kebiasaan mayoritas penduduk di Indonesia.

Kebiasaan yang Sesuai Cara Pencegahan

Sebagaimana informasi dilansir oleh badan kesehatan dunia. Cara menangkal paparan virus korona adalah melalui cara menutup mulut dan hidung saat bersin. Cara utama lainnya kita diminta untuk sesering mungkin mencuci tangan dan wajah. Memakan makanan yang matang. Gunakan masker. Tentu saja cara-cara jitu yang secara reguler dan intensif diinformasikan, merupakan cara sederhana. Bagi umat muslim Indonesia, himbauan tersebut merupakan praktek keseharian yang biasa dilakukan. Apalagi bagi umat islam yang by default talah terbiasa melaksanakan cara-cara yang direkomendasikan tersebut. Sebagaimana dalam hadist Kebersihan sebagian dari Iman. Maka tidak heran tuntutan untuk bersih merupakan tuntunan yang menuntun bagi kehidupan umat muslim di Indonesia.

Baca juga : Cara Pencegahan Virus Korona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − 4 =